Gelombang yang kerap menelan korban tersebut disebut dengan istilah rip current. Arus rip current akan bertemu di satu titik kemudian kembali ke laut melalui arus yang sempit.
Jalur aliran arus tersebut biasanya hanya seluas 9 meter, dengan kecepatan arus balik yang mencapai 8 km/jam. Arus dengan kecepatan tersebut sangat mampu menyeret tubuh manusia.
Biasanya antara bulan April hingga Oktober, angin muson dari arah benua Australia akan bertiup ke benua Asia, dan pantai-pantai yang berada di wilayah selatan yang akan terkena angin lebih dulu, karena hanya berjarak sekitar 3.000 kilometer dari Australia.

Bahkan, pada tahun 2016 lalu, tekanan udara di wilayah selatan mencapai 1022 Hektopascal, lebih tinggi dibanding wilayah utara yang memiliki tekanan 1000 Hektopascal, menurut prakirawan Stasiun Cuaca BMKG DIY, Indah Retno Wulan.
Tingginya gelombang di Pantai Selatan juga ternyata menjadi salah satu penyebab tidak adanya pelabuhan di sana. Ketinggian ombak bisa mencapai 2-5 meter menjadikannya tidak aman untuk proses bongkar muat kapal.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.