Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Okupansi Hotel di Garut Rendah Jelang Libur Tahun Baru, Kok Bisa?

Antara , Jurnalis-Jum'at, 30 Desember 2022 |16:02 WIB
Okupansi Hotel di Garut Rendah Jelang Libur Tahun Baru, Kok Bisa?
Ilustrasi (Foto: iStock)
A
A
A

PERHIMPUNAN Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyebut, tingkat hunian hotel di masa musim libur akhir tahun masih rendah, atau di bawah 50 persen pada tiga hari menjelang malam Tahun Baru.

"Untuk okupansi hotel di Garut, untuk per hari ini masih di bawah 50 persen, itu keseluruhan semuanya," kata Ketua PHRI Kabupaten Garut, Deden Rohim mengutip Antara.

Menurut dia, PHRI Kabupaten Garut sudah mempersiapkan diri untuk menyambut dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengunjung pada musim libur akhir tahun Natal dan Tahun Baru.

Namun, beberapa hari menjelang libur Tahun Baru, tambah dia, kondisinya masih belum ramai oleh wisatawan yang mau menginap di hotel.

BACA JUGA: Yuk Manfaatkan Libur Nataru di Garut, Bisa Kulineran hingga Mandi Air Panas Lho!

Ilustrasi Hotel

(Foto: Reuters)

"Jujur saja ini sebetulnya jauh dari harapan, malah lebih bagus di luar hari-hari besar. Okupansi kita seperti (Hotel) Rancabango yang sudah booking masih 15 persen kamar yang ada, baru tujuh kamar," terangnya.

Deden mengatakan, Kabupaten Garut merupakan daerah tujuan wisata yang siap menampung wisatawan dengan jumlah kamar yang tersedia di Garut untuk hotel berbintang maupun bukan, hingga sebanyak tiga ribuan kamar.

Oleh karena itu, lanjutnya, wisatawan yang mau ke Garut tidak perlu khawatir kehabisan kamar hotel, karena dengan kondisi saat ini diperkirakan masih mampu untuk menampung wisatawan.

"Mudah-mudahan ada sisa waktu yang tinggal tiga hari ini, ada banyak pengunjung, karena kan Garut ini penuh kejutan," kata Deden.

Terkait tarif hotel pada musim libur akhir tahun, lanjut dia, berdasarkan kesepakatan dan hanya diberlakukan momentum setahun sekali ini, hanya naik tidak lebih dari 30 persen.

Namun dengan kondisi saat ini, menurut Deden, bisa jadi tarif hotel disesuaikan pada libur Tahun Baru agar pengunjung tertarik untuk berwisata ke Garut dan menginap di hotel.

"Kita berharap ada kunjungan ke Garut di atas 80 persen," katanya.

Kamar Hotel

(Foto: Freepik)

Ia menambahkan, banyaknya kunjungan wisatawan ke Garut akan memberikan manfaat bagi semua pihak terkait di sektor pariwisata, khususnya kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemkab Garut.

PAD dari sektor pariwisata kata Deden, merupakan peringkat terbesar ketiga di Garut yang tahun ini tercatat sudah berkontribusi sebesar Rp30 miliar dari sektor jasa hotel dan restoran.

"Kita ini berkontribusi untuk PAD besar, sekarang Rp30 miliaran dari hotel dan restoran," ujar dia.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement