Ya, kemoterapi memang bukan hanya untuk mengobati penyakit kanker, dr. Indra, SpPD mencontohkan, sebetulnya obat-obatan kimia seperti antibiotik dan pengobatan TBC juga bisa disebut sebagai kemoterapi.
"Jadi seperti obat antibiotik, TBC itu juga termasuk kemoterapi. Sebenarnya dari dasar kata, tapi karena tidak memiliki efek samping yang berat dan tidak seheboh untuk kanker,” tuturnya.
Jadi sekarang bisa dipahami, dijelaskan dr. Indra, SpPD bahwasanya kemoterapi ini adalah pengobatan dengan bahan kimia yaitu obat-obatan, sudah teruji sudah teliti panjang sehingga efikasi keamanan itu sudah teruji.
Dalam teknisnya sebagai pengobatan untuk penyakit kanker, diketahui biasanya pengidap kanker umumnya menjalani kemoterapi sebanyak enam kali. Namun, hal ini bisa berlangsung lama bahkan seumur hidup, dilihat dari faktor berdasarkan jenis kanker dan tingkat kankernya atau stadiumnya.
Intensitas sampai 6 kali ini, diungkap bertujuan agar bisa menekan atau membunuh kanker di dalam tubuh, dengan durasi yang dibutuhkan hingga kurang lebih 6 bulan.
"Kalau misalnya dihitung berapa lama, ya sekitar 6 bulan. Kenapa tidak cukup tiga kali? Ya untuk membunuh sel kanker itu, harus membunuh harus sampai ke akar-akar," pungkas dr. Indra
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.