USIA 35 tahun dinilai sebagai umur yang mapan dalam tahap hidup seseorang. Baik itu untuk berumah tangga hingga memiliki anak.
Namun tak sedikit ilmu kesehatan yang menganggap usia 35 terlalu rentan untuk hamil dan melahirkan. Ada beberapa risiko hamil pada usia di atas 35 tahun.

Risiko bagi ibu seperti hipertensi, diabetes, pendarahan, kelahiran caesar, atau kehamilan di luar rahim. Sedangkan untuk bayi sendiri ada risiko seperti cacat bawaan, keguguran, meninggal saat dilahirka dan bayi prematur dengan berat lahir rendah.
Meski begitu, Bunda jangan terlalu khawatir. Ada beberapa cara untuk meminimalisir risiko tersebut yang dihimpun dari berbagai sumber. Berikut ulasannya untuk Anda.
1. Rajin Kontrol
Guna mencegah komplikasi, Moms yang hamil usia 35 tahun ke atas perlu melakukan kontrol lebih rajin dan disiplin. Lakukan screening laboratorium minimal 3 kali selama kehamilan yaitu screening trimester satu (1-28 minggu), trimester dua (28–36 minggu) dan trimester tiga (36 – 40 minggu).
2. Lakukan screening
Screening di antaranya untuk mengetahui apakah ada anemia atau tidak. Jika terdapat anemia pada bumil dapat menyebabkan suplai oksigen ke janin berkurang sehingga dapat menghambat perkembangan janin. Screening penting dilakukan sebab jika ditemukan kelainan lebih dini maka dapat segera ditangani. Selain itu juga untuk pastikan menimbang berat badan, mengukur kadar gula darah dan tekanan darah saat melakukan kontrol ke dokter.
3. Lebih hati-hati
Walau hamil, bagi Moms yang bekerja, silakan lakukan rutinitas kantor yang biasa dilakukan. Hanya saja harus lebih hati-hati, jangan sampai jatuh atau timbul trauma. Pun begitu bagi ibu rumah tangga, jangan bekerja terlalu berat.
4. Hindari stres
Faktor lain yang perlu dihindari oleh bumil adalah stres berlebih. Tingkat stres berbeda-beda pada setiap orang tergantung kemampuan mengatasi stres atau memenej diri sendiri. Bagaimanapun, setiap bumil hendaknya dapat menghindari atau mencegah stres karena akibatnya bisa buruk bagi janin.
5. Pola makan harus sehat
Pola makan sehat harus dijalankan setiap bumil segala usia. Kecuali saat screening ditemukan penyakit diabetes, sebaiknya konsultasikan dengan ahli gizi.
6. Tak Ada Perlakuan Khusus
Tak ada perlakuan khusus bagi wanita yang hamil di atas usia 35 tahun. Baik itu untuk kehamilan pertama, kedua atau ketiga. Risiko kehamilan bukan bergantung pada berapa kali si ibu telah bersalin, melainkan adanya komplikasi kehamilan atau tidak. Artinya, selama tidak ditemukan kelainan spesifik dan semua normal, maka perlakuan saat hamil sama saja dengan ibu yang hamil di usia 20-an. Yang terpenting, bagi Moms yang ingin tetap hamil di usia lebih dari 35 tahun, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter lebih dulu dan lakukan kontrol teratur di rumah sakit.
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.