Bisa juga mengalami gejala fisik tang mencakup kegelisahan, kesulitan berkonsentrasi dan masalah tidur. Kecemasan yang berkembang dari satu topik ke topik berikutnya, sulit membuat keputusan dan kesulitan berkonsentrasi. Bahkan bisa juga merasa diri ada di ujung tanduk, dan mencari kepastian berulang dari orang lain.
Overthinking dapat menyebabkan efek domino karena akan mulai mengkhawatirkan satu hal, dan kemudian mengkhawatirkan sesuatu yang sama sekali berbeda. Contoh, awalnya mencemaskan pekerjaan lalu berlanjut mencemaskan uang. Lalu mengarah pada kekhawatiran kehilangan pekerjaan.
Terlalu banyak berpikir juga merusak kualitas tidur. Anda jadi lebih sulit untuk tertidur lelap ketika otak sibuk memikirkan segalanya. Demikian seperti dilansir dari Cleveland Clinic dan Verywellmind.
(Dyah Ratna Meta Novia)