PESAWAT Qantas A380 dengan rute Singapura-London melakukan pendaratan darurat di Azerbaijan akibat kesalahan teknis hingga menimbulkan asap pada bagian kargo pesawat.
Penerbangan sepuluh jam itu terpaksa berakhir dengan pendaratan darurat setelah pilot menerima indikator kesalahan intermiten. Itu akan diperiksa oleh para mekanik sebelum melanjutkan perjalanannya.
Pasalnya, penyebab kesalahan ini belum diketahui jelas, namun pesawat dari Singapura ke London tersebut diadang oleh tim pemadam kebakaran dan penyelamat saat mendarat.

Sekitar 365 penumpang di dalam pesawat dan mereka diharapkan untuk dikawal saat pemeriksaan, demikian laporan Daily Mail.
Rencana penerbangan telah diajukan untuk Bandara Baku menuju Heathrow, London yang menunjukkan jika penerbangan itu dapat dihentikan hingga pukul 16.00 waktu setempat, dan penumpang diminta untuk menunggu selama tujuh jam.
“Penerbangan kami dari Singapura ke London telah melakukan pendaratan tak terjadwal di Bandara Baku, Azerbaijan setelah pilot menerima indikator kesalahan terputus-putus di kokpit,” ucap juru bicara Qantas.
“Mekanik akan memeriksa psawat sebelum melanjutkan perjalanannya," sambungnya.