Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kaleidoskop 2022: Kasus Gagal Ginjal Akut hingga Obat Tercemar yang Telan Ratusan Nyawa Anak

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Kamis, 29 Desember 2022 |10:00 WIB
Kaleidoskop 2022: Kasus Gagal Ginjal  Akut hingga Obat Tercemar yang Telan Ratusan Nyawa Anak
Obat sirop, (Foto: MPR News/Sujata Jana/Eye Em)
A
A
A

Hingga edukasi ini berulir di masyarakat, belum dilaporkan kasus gangguan ginjal akut misterius di Indonesia. Sampai pada Sabtu, 15 Oktober, BPOM merilis pernyataan, bahwasanya produsen obat dilarang menggunakan dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol( EG) untuk pembuatan obat sirop.

Aturan ini keluar setelah isu kandungan EG dan DEG makin keras terdengar di kasus Gambia. Kasus bergulir terus hingga akhirnya pada Rabu, 19 Oktober, Kemenkes mengeluarkan data bahwa per 18 Oktober sudah ada 189 kasus gangguan ginjal akut di Indonesia.

Pasien didominasi oleh anak-anak berusia 1 sampai 5 tahun. Informasi ini membuat sebagian orangtua khawatir sekaligus bingung dan cemas terkait konsumsi obat sirop yang memang sehari-hari kerap diminum, jadi penanganan cepat di rumah saat anak sedang batuk.

Sampai akhirnya, pada 20 Oktober, Kemenkes mengumumkan bahwa terbukti ada 3 zat kimia berbahaya terdeteksi di tubuh pasien gangguan ginjal akut. Ketiga zat itu adalah ethylene glycol-EG, diethylene glycol-DEG, ethylene glycol butyl ether-EGBE).

Kemenkes dan BPOM langsung mengeluarkan kebijakan, masyarakat dilarang mengonsumsi obat sirop termasuk vitamin sekalipun. Di sisi lain, para dokter masif menyampaikan edukasi soal cara menangani demam pada anak tanpa minum obat, salah satunya adalah kompres air hangat, skin to skin contact dari orang tua ke anak, dan sebagainya.

Di sisi lain, masyarakat terus menanti kepastian Kemenkes soal apa penyebab utama kematian anak akibat gangguan ginjal akut ini, terlebih kasusnya terus bertambah. Status Kejadian Luar Biasa (KLB) pun didesak untuk keluar, namun Kemenkes memilih untuk tidak menetapkan.

BACA JUGA:Kasus Gangguan Ginjal Akut, Direktur Eksekutif GPFI: Ada Penipuan di Supplier Bahan Baku 

Ahli kesehatan sempat mewanti-wanti, ketika KLB tidak ditetapkan pada kasus gangguan ginjal akut, maka kasus akan terus bertambah dan makin banyak anak-anak Indonesia yang meninggal dan apa yang dikhawatirkan terjadi, kasus meningkat dan kematian terus bertambah.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement