Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mencegah Munculnya Batu di Saluran Kemih, Salah Satunya Penuhi Kebutuhan Air Putih!

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Senin, 19 Desember 2022 |11:36 WIB
Mencegah Munculnya Batu di Saluran Kemih, Salah Satunya Penuhi Kebutuhan Air Putih!
Minum air putih (Foto: Freepik)
A
A
A

TUBUH yang kuat memiliki organ tubuh yang sehat. Oleh karena itu kita perlu merawat organ tubuh agar sehat selalu.

Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) mendefinisikan batu saluran kemih sebagai pembentukan batu di saluran kemih yang dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebab dan gejalanya. Batu saluran kemih atau dalam bahasa ilmiahnya Urolithiasis menghambat peredaran yang berasal dari ginjal hingga uretra. 

 Dokter Pebrian

dr Pebrian Jauhari Sp. U, Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospital Mataram menjelaskan, terdapat etiologi pada batu saluran kemih, antara lain gangguan saluran urin, gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi dan idiopatik.

Menurut dr Pebrian Jauhari, etiologinya pun memiliki faktor resiko herediter yang dapat terdiagnosis pada rentang usia 30-50 tahun dan dengan perbandingan resiko 3:1 antara laki-laki dan perempuan.

BACA JUGA:Kasus Gangguan Ginjal Akut pada Anak, Ombudsman Desak Menkes dan Kepala BPOM Tanggung Jawab

 

dr Pebrian Jauhari mengatakan, etiologinya pun memiliki faktor resiko herediter yang dapat terdiagnosis pada rentang usia 30-50 tahun dan dengan perbandingan resiko 3:1 antara laki-laki dan perempuan. "Berbeda dengan Teori Inhibitor yang mengatakan bahwa terbentuk atau tidaknya batu yang ada di dalam batu kemih ditentukan oleh keseimbangan antara zat pembentuk batu dan inhibitor yang dapat terhambat dan mengganggu turun laju reaksi. Teori Inhibitor antara lain batu ginjal, batu ureter dan batu buli."

Adapun Tatalaksana medis dilakukan untuk menghilangkan nyeri dengan melakukan pemeriksaan penunjang Laboratorium dan Radiologi, Tindakan ESWL (Extracorporeal Shockwave Lithotripsy) dan PCNL ( Percutaneous Nephro Litholapaxy).

dr Pebrian Jauhari menegaskan, tatalaksana yang dilakukan untuk menurunkan rasa nyeri dengan melakukan terapi konservatif ataupun ekspulsif medikamentosa, ESWL, endourologi dan pPembedahan.

Data angka menunjukan angka rata rata kekambuhan adalah 7% atau kurang lebih 50% pada kurun waktu 10 tahun terakhir.

dr Pebrian Jauhari menerangkan, untuk mencegah pembentukan batu di saluran kemih dilakukan dengan menghindari dehidrasi. "Ini dilakukan dengan memenuhi kebutuhan air putih harian 2-3 Liter, melakukan diet rendah protein, oksalat, garam dan purin."

Selain itu juga medikamentosa pada pengidapnya dengan terapi sebagai pengobatan atau minum obat secara oral, pil, kapsul, suntik hingga infus.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement