Apalagi memang ketersediaan kental manis memang sangat banyak, dapat ditemukan di mana saja, dan mudah dijangkau serta harganya yang terjangkau.
"Dari hasil penelitian, kental manis masih banyak di konsumsi oleh masyarakat, terutama di remote area. Berdasarkan penelitian Aisyiyah, faktor pemberian kental manis karena pemasukan bulanan keluarga yang masih banyak dibawah Upah Minimum Regional (UMR)," ungkap Dra. Chairunnisa, Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah.
Senada dengan hasil studi di atas, Arif menambahkan memang tak bisa ditampik banyak masyarakat Indonesia yang masih salah kaprah akan kental manis.
"Ada salah persepsi yang kita temukan di ibu-ibu. SKM bukan susu, itu adalah gula sebanernya, kandungan gulanya sangat tinggi dan itu diakui juga oleh banyak pakar," tandas Arif.
BACA JUGA:Viral Ibu Muda Meninggal Dunia Pasca Melahirkan Anak ke-10
BACA JUGA:3.825 Puskesmas Indonesia Tak Punya Dokter Gigi, Menkes: Lulusan FKG Jangan Cuma ke Kota Besar!
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.