Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemahaman Gizi Masih Rendah, Kental Manis Masih Dikonsumsi sebagai Susu

Kevi Laras , Jurnalis-Rabu, 14 Desember 2022 |10:15 WIB
Pemahaman Gizi Masih Rendah, Kental Manis Masih Dikonsumsi sebagai Susu
kental manis, (Foto: Freepik)
A
A
A

PEMAHAMAN masyarakat Indonesia, terutama di daerah-daerah terpencil untuk memenuhi gizi di daerah Indonesia dinilai masih rendah.

Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) pada 2021 menyebutkan sebanyak 69,1 persen masyarakat Indonesia tidak mampu membeli makanan bergizi. Persentase tersebut menjadi relevan, dengan masih tingginya prevalensi stunting di Indonesia yaitu di angka 24,4 persen.

Ketua Harian Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), Arif Hidayat mengatakan sebetulnya ada hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki gizi masyarakat, contohnya sosialisasi edukasi dan meningkatkan literasi masyarakat akan gizi. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih memprioritaskan pengeluaran rumah tangganya,

“Selama ini selalu berlindung di balik alasan masyarakat kesulitan ekonomi, sehingga tidak sanggup mencukupi gizi keluarganya. Tapi di luar itu, ada hal-hal yang sebetulnya bisa dilakukan untuk memperbaiki gizi masyarakat, salah satunya adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gizi,” ujar Arif dikutip dari keterangan resminya, Rabu (14/12/2022).

Lebih lanjut diketahui, merujuk pada studi penelitian untuk menilik penyebab stunting yang dilakukan Majelis Kesehatan PP Aisyiyah pada ibu dan balita, ditemukan pada masyarakat daerah kalau kental manis masih banyak dianggap sebagai susu pada umumnya, sehingga dijadikan sebagai pilihan untuk pemberian nutrisi gizi bagi anak.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement