Salah satu tips terpenting bagi wisatawan penderita IBD adalah menyimpan semua obat di dalam tas khusus, hal itu dilakukan untuk mengurangi kemungkinan kehilangan bagasi.
Jika para wisatawan perlu membawa obat-obatan yang tidak sesuai dengan aturan umum barang bawaan, maka perlu mencetak kartu Pemberitahuan Disabilitas TSA yang dapat dicetak dan diisi sebelum perjalanan. Ini akan memberitahu petugas bahwa penumpang mungkin nantinya akan memerlukan bantuan khusus saat menavigasi keamanan bandara.
Untuk penumpang yang bepergian dengan pil resep, tidak perlu memberitahu petugas, karena kemungkinan penumpang tidak akan menghadapi pemeriksaan tambahan. Selama obat disaring dengan benar, tidak ada batasan apa yang boleh dibawa oleh penumpang, kecuali obat dalam bentuk cair.
Ada juga hal-hal kecil yang dapat dilakukan pasien untuk membantu meringankan perjalanan mereka, seperti menghubungi maskapai sebelumnya untuk merencanakan makanan yang memenuhi kebutuhan mereka atau meneliti restoran di tempat tujuan yang akan mengakomodasi kebutuhan bagi wisatawan tersebut.

Selain itu, penderita IBD sebaiknya menghindari makanan mentah dan memastikan amannya air minum pada tujuan mereka. Dia juga menganjurkan pasien untuk berbicara dengan dokter mereka sebelumnya, jika perjalanan tersebut merupakan perjalanan rutin.
"Ahli gastroenterologi Anda adalah pilot Anda dalam perjalanan IBD Anda," katanya.
"Itu harus menjadi bagian dari rencana perjalanan Anda. Berbicara dengan dokter Anda sebelum bepergian, fokus pada perawatan diri, dan menerapkan strategi dapat membuat Anda keluar dan bepergian," tutup dia.
Itulah tadi sejumlah langkah yang harus dilakukan bagi wisatawan penderita IBD saat traveling. Semoga bermanfaat bagi ya Okezoners.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.