Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Korea Selatan dan Jepang Krisis Angka Kelahiran, Kepala BKKBN: Sulit Terjadi di Indonesia

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 12 Desember 2022 |16:20 WIB
Korea Selatan dan Jepang Krisis Angka Kelahiran, Kepala BKKBN: Sulit Terjadi di Indonesia
Ilustrasi, (Foto: Freepik)
A
A
A

DUA negara di Asia Timur, Korea Selatan dan Jepang ramai diberitakan tengah mengalami resesi angka kelahiran. Bahkan Korea Selatan menempati urutan pertama negara dengan peringkat kelahiran terendah di dunia.

Menurut data CNN Asia, rata-rata anak yang dilahirkan di negara tersebut adalah 0,81 pada 2021, lebih rendah dari Jepang (1,3) dan Amerika Serikat (1,6). Padahal di satu sisi, agar populasi suatu negara bisa stabil, dibutuhkan tingkat kesuburan 2,1.

Angka kelahiran di Negeri Ginseng diketahui terus mengalami menurun sejak 2015, sementara penduduk yang meninggal dunia alias angka kematian semakin banyak. Alhasil membuat tidak keseimbangan populasi.

Berbagai faktor disebut jadi latar belakang, mulai dari generasi mudanya yang memang tak mau menikah, tak mau punya anak, lebih nyaman dengan single life, hingga lebih mementingkan pendidikan dan karir yang lebih baik, hingga tingginya biaya hidup.

Lantas apakah krisis angka kelahiran, atau sekarang ramai disebut dengan istilah resesi seks, berpeluang juga terjadi di Indonesia? Menurut Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Hasto Wardoyo, kemungkinan Indonesia sampai mengalami krisis angka kelahiran ini sulit terjadi.

“Kemungkinan Indonesia minim kelahiran masih sangat jauh. Sebab, kebanyakan pengantin di Indonesia menikah tujuannya ingin punya anak (prokreasi),” ujar Hasto, dikutip dari keterangan resminya, Senin (12/12/2022).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement