2. Ikan: Pastikan pilih yang masih segar karena minim kontaminasi racun dari bakteri yang mungkin ada di ikan. Pilih ikan dengan kulit yang masih terlihat segar dan berwarna cerah, serta bola mata yang masih menonjol atau tidak cekung ke dalam. Selain itu, pastikan tekstur ikan masih terasa kenyal, bounchy saat disentuk dan tidak lembek. Cubit atau tekan badan ikan, jika ada bekas jari dan daging kembali ke bentuk semula, maka ikan masih segar.
3. Daging ayam dan daging sapi: Kondisi daging sapi yang segar umumnya ditandai dengan warna merah segar pada permukaannya. Sementara itu, kalau daging ayam kulitnya lebih pucat dari bagian dagingnya yang kualitasnya bagus.
Terkait tekstur, daging ayam dan sapi yang berkualitas umumnya punya tekstur elastis dan tidak terlalu keras atau terlalu lembek. Hindari nekat memilihdaging yang sudah berlendir atau mengeluarkan bau menyengat. Jangan pilih juga daging yang memiliki bercak kebiruan, karena itu tandanya daging sudah tidak segar. Daging sapi maupun ayam yang sudah busuk rentan mengandung bakteri dan virus. Contoh patogen berbahaya yang sering mencemari bahan makanan ini antara lain Salmonella dan E.Coli.
4. Bumbu dapur: Tak boleh disepelekan walau terlihat sederhana. . Disarankan untuk pilih bumbu dapur, salah satunya tepung bumbu, yang tidak mengandung MSG atau monosodium glutamate. Laporan Kobe menyebut, konsumsi MSG dalam jumlah berlebih terbukti memberi dampak buruk bagi kesehatan. Selain itu, perlu juga perhatikan kandungan vitamin di dalam bumbu, jika kandungannya cukup seperti adanya kandungan fortifikasi vitamin, maka ini jadi pilihan cukup baik untuk kesehatan.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.