Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Traveling Gratis Dapat Cuan, Bekerja di Industri Travel Ternyata Tak Semudah Membalik Telapak Tangan

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Minggu, 11 Desember 2022 |03:40 WIB
Traveling Gratis Dapat Cuan, Bekerja di Industri Travel Ternyata Tak Semudah Membalik Telapak Tangan
Ilustrasi (Foto: Freepik)
A
A
A

BERKECIMPUNG di industri travel tentu menjadi profesi paling diidamkan banyak orang. Sebaab, selain tidak harus terpaku di kursi kantor selama 8 jam seharian, profesi ini membuat Anda bisa keliling Indonesia bahkan keliling dunia secara gratis, dan justru mendapat cuan.

Meski terdengar dan terlihat menyenangkan, untuk bisa berkecimpung dalam dunia travel tidaklah semudah membalik telapak tangan. Sama seperti profesi lain, Anda perlu bekerja keras dan memiliki skill khusus agar bisa terjun ke industri ini.

“Sebenarnya kerja di dunia traveler itu terutama di tour leader ya, orang mungkin liatnya Jalan-jalan gratis nih dibayar pula. Gampang nih kayaknya. Tapi enggak semudah itu,” ujar Donny Rizanto, seorang travel enthusiast yang juga berprofesi sebagai seorang tour leader, dalam Podcast Aksi Nyata, di kanal YouTube Parta Perindo, Sabtu, 10 Desember 2022.

Infografis Traveling

“Kadang-kadang kita enggak tau ya di dalam perjalanan itu menemukan kendala apa. Chma memang selama hobi kita disitu dan kita niatnya mau beribadah jadi berkah akan datang dengan sendirinya,” imbuhnya.

Tak bisa dipungkiri, setiap profesi tujuan utamanya adalah memang untuk mendapatkan cuan. Meski begitu, Donny menyebut, baik berprofesi dalam industri travel maupun lainnya, kita harus menjalankan profesi dengan enjoy dan seprofesional mungkin. Hal itu menurutnya agar, profesi yang dijalani tidak dianggap menjadi beban. Dengan begitu cuan akan mengikuti dengan sendirinya.

“Kita enggak perlu ngarep oh ini ini. Ya kalau memang namanya kerja, yang penting kita make sure tamu yang kita bawa itu baik-baik saja dan happy dan mereka juga enggak bakal hitung-hitungan kok,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Donny juga menyebut, kendati harus berkali-kali terbang ke berbagai negara karena profesinya itu, ia mengaku tak pernah merasa jet lag ataupun shock culture. Pasalnya, selain karena menikmati profesinya itu, setiap negara yang ia kunjungi tentu memberikan pengalaman menarik tersendiri.

“Mungkin kalau kayak profesi aku, karena kita kan sebagai tour leader, kita sering pergi ke satu negara berkali-kali. Jadi udah nggak ada tuh kaya shock culture,” ungkapnya.

Ilustrasi Traveler

(Ilustrasi, Foto: Shutterstock)

“Mungkin buat kita sudah bisa mengatasi yang namanya jet lag atau culture shock. Tapi biasanya buat para peserta atau tamu-tamu yang ikut, mereka justru mengalami shock culture itu,” kata Donny memungkasi.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement