3. Gangguan koordinasi
Kebiasaan duduk dengan posisi W menyebabkan keterbatasan untuk mencapai beberapa posisi tubuh. Hal ini akan membuat anak kesulitan untuk menggapai sesuatu. Misalnya, anak hanya akan menggapai bagian kanan tubuh dengan tangan kanan dan bagian kiri tubuh hanya dengan tangan kiri.
4. Keterlambatan Perkembangan bagi Anak dengan Hipertonia
Pada anak dengan gangguan hipertonia, yaitu pertumbuhan massa otot yang berlebih, posisi duduk W akan semakin mengganggu pertumbuhan gerak mereka dan menghambat proses terapi. Jadi, jika anak sedang menjalani terapi hipertonia, sebaiknya orangtua lebih mewaspadai posisi duduknya.
5. Pigeon Toes
Efek lainnya dari kebiasaan duduk dengan posisi W adalah timbulnya pigeon toes. Bila anak sering duduk dengan posisi W, hal ini akan menyebabkan gangguan postur dan kesejajaran bagian kaki, lutut, pinggul dan bagian punggung. Lama-kelamaan ini bisa mengakibatkan pigeon toes, yaitu ketika bagian telapak kaki mengarah ke dalam.
6. Kelemahan Kaki
Posisi duduk W bisa menjadi pertanda bahwa kaki anak tidak terlalu kuat untuk bermain dan bertumpu. Terlepas dari baik atau tidaknya duduk dengan posisi W, orangtua patut waspada jika anak mengalami gangguan berjalan, bicara tidak seimbang, atau berjalan pincang. Ajari juga cara duduk dengan variasi yang lain.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.