Dari 1000 atau lebih tetesan saat bersin dapat menyebabkan infeksi. Sehingga jika menghirup sekitar 50 atau lebih tetesan yang berisiko.
Sementara itu, melansir dari National Geographic, Lydia Bourouiba seorang ilmuwan dinamika fluida di Massachusetts Institute of Technology (MIT) menghabiskan beberapa tahun terakhir menggunakan kamera dan cahaya berkecepatan tinggi untuk mengungkapkan bagaimana tubuh manusia dapat menyebarkan patogen, seperti Covid-19.
Dalam penelitiannya, Bourouiba terfokus dalam pencitraan seseorang saat bersin. Dimana data yang diambil diperlambat hingga 2.000 bingkai per detik.
Data yang berupa video dan gambar dari laboratoriumnya itu menunjukkan bahwa kabut halus, lendir dan air liur dapat keluar dari mulut seseorang dengan kecepatan hampir 100 mil per jam dan menempuh jarak sejauh 27 kaki atau sekitar 8 meter.
Tetesan lendir tersebut dapat bertahan lama sebelum akhirnya menguap tergantung pada beberapa kondisi, termasuk kelembapan dan suhu. Aerosol atau tetesan kecil biasanya mengering lebih cepat, namun berbeda dengan tetesan kecil yang mengandung virus. Tetesan kecil yang mengandung virus dapat bertahan selama beberapa menit dan terperangkap di dalam kabut bersin yang hangat dan lembab.
Itulah jarak jauh kuman bisa menyebar saat bersin yang tak banyak orang ketahui.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.