Para ilmuwan sering menyebut rogue wave sebagai gelombang badai ekstrem yang datang entah dari mana, seringkali ke arah yang tidak dapat diprediksi, dan dapat terlihat seperti dinding air yang curam, hingga dua kali ukuran gelombang di sekitarnya.
Ombak mematikan yang langka ini pernah muncul sebagai mitos yang diberitakan oleh para pelaut atau penjelajah. Penjelajah kutub, Ernest Shackleton menulis dalam bukunya tentang monster "besar" yang ditemuinya di Antartika pada tahun 1916.
Namun, para ilmuwan telah mempelajari lebih banyak dalam beberapa tahun terakhir, mempelajari bagaimana mereka berkembang dan bagaimana memprediksi dinding air yang dapat naik bahkan di laut.
(Foto: Alexis Delelisi/AFP)
Adapun Viking Polaris diluncurkan pada tahun 2022 dan merupakan kapal terbaru dalam armada perusahaan. Dengan lambung panjang, haluan lurus, dan penstabil sirip, kapal ini dibangun untuk kondisi Antartika dan Arktik yang sulit.
Di atas Kapal Polaris juga terdapat hangar, dan marina tertutup di dalam kapal yang terlindung dari angin, ombak, dan cuaca sehingga semua orang terlindungi saat menaiki kapal pesiar.
Viking Polaris melakukan perjalanan ke berbagai tujuan termasuk Buenos Aires ke Ushuaia, Argentina untuk rencana perjalanan Penjelajah Antartika 13 hari, Toronto ke Milwaukee, AS untuk rencana perjalanan 8 hari Niagara dan Great Lakes, dan pelayaran Duluth AS ke Ushuaia untuk perjalanannya Pesiar Dunia Longitudinal 71 hari.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.