MEDIA sosial heboh akibat omongan influencer Gita Savitri Devi yang akrab disapa Gitasav. Dalam tangkapan layar yang viral, Gitasav menyebut netizen stunting akibat kesal dikritik netizen yang banyak komen.
Ia dikritik netizen karena gaya berhijabnya yang lebih terbuka, memperlihatkan rambut juga lehernya. Netizen mengingatkan Gita atas gaya hijabnya. Namun, bukan direspons dengan baik ia malah menyebut netizen stunting.

"Gue udah bacot-bacot, point yang lo bisa dapet adalah 'Gita emang merasa paling bener' ya sis? Dulu lo stunting kali ya makanya agak lamban," ujar akun @gitasav dalam tangkapan layar yang kini viral.
Seperti diketahui, stunting adalah suatu keadaan gangguan/gagal tumbuh kembang pada anak di bawah lima tahun yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan akibat terpapar oleh penyakit yang berbasis lingkungan.
Kondisi adanya ganguan tumbuh kembang pada anak yang ditandai pada tinggi badan usia lebih dari dua tahun tidak sesuai dengan yang seharusnya, atau berada di bawah pita hijau pada kurva perbandingan tinggi badan dengan umur.
Stunting terjadi karena adanya kekurangan nutrisi yang berulang atau berkepanjangan, sehingga disebut dengan sindrom atau kumpulan gejala, bukan penyakit.
Lalu bagaimana cara mencegah stunting?
Ketua Tim Stunting Universitas YARSI, dr Yusnita, MKes, SpKKLP mengatakan, stunting dapat dicegah dan gangguannya tidak muncul lagi. Salah satunya, dengan mengonsumsi nutrisi yang tepat.
"Ibu hamil merupakan salah satu sasaran prioritas dalam program percepatan penurunan stunting dengan pendekatan keluarga."
"Seluruh anggota keluarga yang berisiko stunting mulai dari remaja puteri, pasangan baru menikah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita harus diintervensi," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Dia menerangkan, pemberian susu pada ibu hamil dilakukan dalam upaya menaikkan berat badan, memenuhi kecukupan kebutuhan protein hewani, serta menurunkan anemia pada ibu hamil. Hal tersebut akhirnya mencegah anak lahir dengan stunting atau panjang badan sewaktu lahir di bawah 48 cm.
Bagi ibu hamil, disebutkan dr Yusnita, ada sejumlah indikator suksesnya program stunting ini. Yaitu kepatuhan meminum susu, peningkatan pengetahuan tentang stunting, menu gizi seimbang dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta adanya evaluasi terukur membandingkan indikator gizi ibu hamil sebelum dan setelah program.
Sementara itu, Ketua Departemen Ilmu Gizi FKUI, dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi, SpGK menjelaskan, seorang ibu yang biasanya mengurus makanan anak sehari-hari. Meskipun peran ini bisa dilakukan bersama ayah. Akan tetapi ibu juga biasanya berperan membuat jadwal makan anak, memilih jenis makanannya, mengolahnya, menyajikannya, bahkan memberikan makanan tersebut kepada buah hatinya.
Jadi, tidak berlebihan jika dibilang bahwa kunci pemenuhan nutrisi yang optimal pada anak adalah ibu. Nutrisi optimal bagi anak merupakan salah satu cara mencegah stunting.
Ia menuturkan, dalam memenuhan nutrisi anak ini sangat penting dalam gerakan bersama mencegah stunting. Pasalnya, ketika nutrisi anak tidak terpenuhi dalam jangka panjang, anak bisa mengalami stunting sehingga kemampuan motoriknya lambat, perkembangan otaknya tidak optimal, imunitasnya rendah. Sehingga anak rentan mengalami infeksi.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.