1. Ini hanya hubungan sementara, jangan berharap lebih
Hubungan FWB merupakan hubungan sementara hanya berdasarkan kesenangan sesaat. Seringkali hubungan FWB hanya berlangsung beberapa pekan atau beberapa bulan saja.
Jadi sebaiknya kamu jangan berharap lebih saat menjalani FWB, apalagi berharap dinikahi? Sepertinya sulit sekali ya. Jika ekspektasimu berlebihan kepadanya, ditakutkan kamu hanya akan sakit hati. Apa yang mau diharapkan dari pasangan FWB?
2. Bahaya bagi kesehatan mental
Seks bebas seperti yang dilakukan para pelaku FWB pun memiliki bahaya bagi kesehatan mental. Terlebih, jika perilaku tersebut dilakukan dengan alasan menghindari keterikatan dalam satu hubungan.
Dijelaskan di laman Very Well, wanita sangat sulit untuk tidak 'baper' ketika sisi emosionalnya 'kena' akibat perilaku seks di FWB. Karena hal itu, perempuan yang melakukan FWB lebih rentan memiliki perasaan dimanfaatkan secara seksual, rendah diri, tertekan, menyesal, atau bahkan malu setelah melakukan seks bebas dengan FWB-nya.
"Mudah bagi sebagian orang untuk mengatakan, 'itu kan cuma seks'. Tapi, bagi sebagian orang, tindakan seks bukan sebatas pemenuhan hasrat seksual, tetapi ada nilai emosional dan nilai diri di dalamnya," terang laporan tersebut.
FWB juga memicu ketimpangan emosional di antara kedua individu tersebut. Ini terjadi ketika satu orang menginginkan hubungan yang lebih intim, sedangkan satu pihak tetap di 'ruang' casual sex.
Jika ini terjadi, besar kemungkinan pihak yang berharap lebih akan merasa tidak dihargai, tidak diinginkan, mengalami stres, kecemasan, hingga depresi.
3. Berisiko kena penyakit menular seksual
"Individu yang secara aktif melakukan seks bebas seperti FWB harus periksa ke dokter untuk mencegah penyakit menular seksual," saran laman kesehatan Medical News Today.
Menurut salah satu studi, penyakit menular seksual yang paling banyak terjadi pada mereka yang aktif seks bebas adalah infeksi gonokokal. Penyakit ini ditandai dengan keluarnya cairan dari alat kelamin.
Selain itu, penyakit menular seksual lainnya yang bisa diidap pelaku seks bebas, termasuk mereka yang menerapkan FWB, adalah herpes genital, sifilis, chancroid, LGV, dan granuloma inguinale.
Pada taraf yang lebih serius, pelaku FWB mungkin saja berpotensi mengembangkan gangguan hiperseksual. Kalau sudah begini, risiko masalah kesehatan akan menjadi lebih luas lagi.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.