KASUS gagal ginjal akut (GGA) di Indonesia dipastikan mengalami penurunan. Kementerian kesehatan (Kemenkes) menjelaskan, jika penurunan ini, sudah terjadi selama 14 hari atau 2 Minggu sejak 2 November lalu.
Dalam penjelasannya, jumlah pasien GGA masih 324 kasus. Sebanyak 27 provinsi di Indonesia yang masih melaporkan kasus.

"Sejak 2 November sampai sekarang dalam 2 minggu terjadi penurunan kasus, tidak bertambah artinya. Alhamdulillah tidak ada, kita tetap di 324 kasus," jelas Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril dalam Konferensi Pers Update Gag Ginjal Akut di Indonesia secara online, Rabu (16/11/2022).
Informasi tersebut, sebelumnya sudah disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan, kurang lebih dalam 10 hari terakhir tidak ditemukan penambahan kasus.
BACA JUGA:Update Gagal Ginjal Akut! Menkes Sebut Kasusnya Melandai
Menurut Menkes Budi penurunan terjadi akibat, adanya langkah cepat dengan penarikan obat sirup. Sehingga menekan laju pasien GGA, yang saat ini sudah tercatat 324 kasus.
"Gagal ginjal itu kalau aku lihat dalam 8 hari terakhir sudah tidak ada kasus baru. Jadi sejak itu (obat sirup) dilarang itu benar-benar turun drastis, mungkin bukan hanya 8 tapi 9-10 hari tidak ada kasus baru," jelas Menkes Budi.
"Kenapa kita lihat demikian? Karena begitu obat itu diberhentikan itu turunnya lebih dari 95 persen yang masuk ke rumah sakit. Dan obat-obat kita cari di rumah- rumah yang sakit memang, setelah kita periksa memang ada unsur kimia yang berbahaya," ungkap Menkes Budi.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.