Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pesawat Masih Bisa Terbang Meski Salah Satu Mesinnya Mati, Kok Bisa?

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Selasa, 08 November 2022 |08:03 WIB
Pesawat Masih Bisa Terbang Meski Salah Satu Mesinnya Mati, Kok Bisa?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Berdasarkan keterangan Ken Hoke, seorang kapten Boeing 757/767 dan penulis di laman penjelajah penerbangan AeroSavvy.com, dalam kasus tertentu, pilot bisa mematikan salah satu mesin atau keduanya jika terjadi masalah di udara.

Hoke menjelaskan, penumpang tidak akan menyadarinya ketika seorang pilot melakukan itu karena kabin pesawat yang kedap. Bahkan, para penumpang tak akan sadar jika pesawat sedang menurunkan ketinggian agar pilot dapat memecahkan masalah.

Infografis Pesawat

“Mendarat dengan satu mesin tidak bekerja sangat mirip dengan pendaratan normal. Faktanya, banyak pesawat modern bahkan bisa mendarat otomatis dengan satu mesin dimatikan. Perbedaan terbesar yang akan diperhatikan penumpang adalah personel darurat yang berjaga sebagai tindakan pencegahan,” kata Hoke.

Ken Hoke menjelaskan bahwa insiden kegagalan mesin di udara sangat jarang terjadi karena teknisi yang berjaga di darat akan memastikan pesawat laik terbang atau tidak. Jika sesuatu terjadi, maka penumpang harus menunggu lebih lama atau penerbangan delay.

“Dalam kebanyakan situasi kegagalan mesin, penumpang mengalami tidak lebih buruk daripada penundaan dalam rencana perjalanan mereka,” ujar Kapten Hoke.

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement