Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Degenerasi Makula, Penyakit Gangguan Mata yang Berisiko Kebutaan

Syifa Fauziah , Jurnalis-Minggu, 06 November 2022 |08:00 WIB
Mengenal Degenerasi Makula, Penyakit Gangguan Mata yang Berisiko Kebutaan
Ilustrasi (Foto: Freepik)
A
A
A

Terlihat, dari 14 jenis penyakit makula, AMD menjadi penyakit makula dengan jumlah pasien terbanyak di JEC, yaitu 28 persen dari total pasien sepanjang Januari sampai Mei 2022.

Dokter Subspesialis Vitreo-retina JEC Eye Hospitals & Clinics dr. Ferdiriva Hamzah, SpM(K) menjelaskan penuaan jaadi salah satu faktor penyebab timbulnya manula. Selain itu, beberapa faktor risiko juga ikut memperbesar peluang seseorang terkena gangguan pada makula.

"Contohnya ada minus tinggi, kebiasaan merokok, menderita hipertensi, stres fisik atau psikis secara terus menerus, menggunakan obat-obat tertentu, mengalami cedera mata, menyandang penyakit infeksi, hingga terkena paparan sinar matahari berlebih,” tutur dr. Ferdiriva, kala ditemui dalam acara JEC Macula Center di Jakarta, baru-baru ini. 

Namun, ia menjelaskan masyarakat tak perlu khawatir berlebihan. Sebab sebagian besar faktor risiko dari penyakit makula adalah hal yang bisa dicegah atau dikontrol.

 BACA JUGA:Dampak Larangan Obat Sirup, Kemenkes: Pasien Gagal Ginjal Akut di Indonesia Menurun

BACA JUGA: Obat Gangguan Ginjal Fomepizole Tidak Diproduksi di Indonesia, Ahli Farmasi: Bikinnya Lama!

"Masyarakat harus peduli dan sadar untuk memeriksa mata secara rutin. Apabila kondisi penyakit makula terdiagnosis lebih awal, sangat mungkin perkembangannya diperlambat sebelum memburuk dan menyebabkan kebutaan permanen,” pungkasnya.

(Rizky Pradita Ananda)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement