Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Degenerasi Makula, Penyakit Gangguan Mata yang Berisiko Kebutaan

Syifa Fauziah , Jurnalis-Minggu, 06 November 2022 |08:00 WIB
Mengenal Degenerasi Makula, Penyakit Gangguan Mata yang Berisiko Kebutaan
Ilustrasi (Foto: Freepik)
A
A
A

TAHUKAH Anda di dalam mata, tepatnya di belakang retina ada yang disebut dengan makula. Makula punya peran yang sangat penting dalam penglihatan sentral, penglihatan warna, serta penglihatan detail untuk manusia.

Jika ada masalah pada bagian makula, bahkan akan sangat berpotensi menimbulkan penurunan tajam penglihatan, dan menyebabkan penderitanya kesulitan untuk bisa melihat objek secara detail, termasuk ketidakmampuan mengenali wajah seseorang atau tulisan. Bahkan, kerusakan pada makula bisa menyebabkan risiko mengalami kebutaan.

Penyakit yang melibatkan makula tak bisa dianggap remeh, karena hadir sebagai ancaman terhadap penglihatan masyarakat. Degenerasi makula atau age-related macular degeneration (AMD), masuk jadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan secara global.

Menurut data, jumlah pasien penyakit makula mencapai 8 juta orang sedunia, terbesar ketiga setelah katarak yang totalnya sebanyak 94 juta dan kelainan refraksi yang tak tertangani, mencapai 88,4 juta.

Dari data Jakarta Eye Center (JEC), selama tiga tahun terakhir yakni sejak 2019 hingga 2021, jumlah pasien yang terdiagnosis berbagai penyakit makula terus mengalami peningkatan. Selama 2020, jumlah pasien dengan penyakit makula bertambah 12,6 persen dibandingkan 2019.

Sementara tahun lalu, pada 2021 jumlahnya meningkat 102,2 persen dibandingkan pada tahun 2029. Khusus selama 2022, hingga Mei lalu, jumlah pasien yang terdiagnosis penyakit makula sudah mencapai lebih dari 10.000 orang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement