Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jadi Kebanggaan Bali, Inilah Makna, Sejarah dan Filosofi Tari Kecak

Najwa Avifah Octavia , Jurnalis-Jum'at, 04 November 2022 |18:01 WIB
Jadi Kebanggaan Bali, Inilah Makna, Sejarah dan Filosofi Tari Kecak
Tari Kecak khas Bali (Foto: Instagram/@tarikecak)
A
A
A

BALI tak diragukan lagi keindahannya. Berbagai macam destinasi menarik perhatian wisatawan lokal hingga mancanegara.

Selain destinasinya, Pulau Dewata juga memiliki berbagai macam tradisi budaya yang bahkan sering ditampilkan kepada wisatawan seperti, tari kecak.

Tari Kecak merupakan tari tradisional Bali yang paling populer di kalangan wisatawan. Lantas bagaimana sejarah dan makna filosofi di balik tari kecak? Berikut Okezone rangkumkan ulasannya.

Sejarah Tari Kecak

Tari kecak diciptakan oleh salah satu seniman Bali bernama Wayan Limbak pada tahun 1930-an, bersama dengan pelukis asal Jerman, Walter Spies. Tarian ini bermula dari tradisi Sanghyang dan kisah pewayangan Ramayana.

Asal usul nama tarian berasal dari suara penari yang meneriakkan 'Cak cak cak'. Tak hanya itu, tarian ini juga diiringi suara gemerincingan yang berasal dari gelang kaki para penari.

BACA JUGA: 4 Fakta Menarik Kecak Bali, Tarian Komunikasi dengan Tuhan

Filosofi Tari Kecak

Tarian ini memiliki makna yang mendalam. Gerakan tangan yang dilakukan para penari Kecak memiliki makna, yang menggambarkan kisah pewayangan, yaitu kisah Ramayana saat Rahwana menculik Dewi Sinta.

Infografis Spot Kerajinan Tangan di Bali

Tarian ini menyuguhkan kisah pembebasan Dewi Sinta dari cengkeraman Rahwana. Selain seni pertunjukan drama tari, Kecak juga tergolong tarian sakral karena merepresentasikan aksi kekebalan para penari yang kebal dari api dan keris.

Tarian ini juga sering dibawakan untuk upacara keagamaan di mana penarinya biasanya dirasuki roh halus dan merupakan media komunikasi dengan roh para dewa atau leluhur yang disucikan.

Ketika penari kesurupan, biasanya mereka akan melakukan tindakan yang tidak terduga seperti berbicara dengan suara mereka atau menggambarkan adegan berbahaya.

Makna Tari Kecak

Pertunjukan tari kecak menyajikan cerita dengan pesan moral yang tinggi. Pesan tersebut dapat dilihat di salah satu bagian, seperti burung Garuda yang mengorbankan sepasang sayap untuk membantu Dewi Shinta dari Rahwana.

Makna lainnya juga sering dikaitkan sebagai ritual mengusir penyakit. Banyak orang yakin bahwa ritual ini akan mendatangkan Dewi Suprabha untuk mengusir wabah penyakit dan melindungi masyarakat Bali dari berbagai kekuatan jahat.

Bernilai Artistik

Tari kecak tidak diiringi suara alat musik, namun tidak mengurangi keindahan gerakan tari ini, di mana para penari bergerak berirama sambil menyanyikan kata “cak…cak…cak”.

Bermuatan Mistis

Tarian Kecak penuh dengan adegan sakral dan atraksi yang menambah kesan mistis. Tari Kecak disebut juga tarian api karena menggunakan properti berupa bara api atau api unggun sebagai pelengkapnya.

Tari Kecak Bali

Saat berada di atas panggung, suasana mistis bara api akan keluar dan menyelimuti.

Terdapat adegan berbahaya di mana para penari akan melampaui para bangsawan tanpa alas kaki. Meski berbahaya, atraksi ini diyakini dimanifestasikan oleh kekuatan gaib dan tarian kecak.

Tentu saja budaya setiap daerah di Indonesia berbeda-beda. Namun, dengan adanya ragam budaya yang unik membuat nilai pandang dan daya tarik lebih untuk menarik wisatawan mancanegara. Kita sebagai masyarakat Indonesia semestinya menjaga hal tersebut agar tak pudar ditelan masa.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement