SAAT musim pancaroba, biasanya banyak orang sakit seperti influenza, batuk, pilek, juga masuk angin. Ini terjadi karena ada perubahan suhu secara ekstrem, yang bisa membuat virus atau bakteri berkembang biak.
Dokter Debora Sarah Annetta menjelaskan, pergantian musim membuat pergantian suhu yang ekstrem, mendukung perkembangbiakan beberapa mikroorganisme seperti virus atau bakteri penyebab penyakit.

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tersebut menyebut mengatakan, saat musim pancaroba, lingkungan berubah menjadi lebih dingin dan kering. Ini juga menyebabkan mukosa atau lapisan jaringan yang membatasi rongga saluran cerna dan saluran napas menjadi kering.
"Akibatnya virus lebih mudah masuk ke dalam tubuh kita," jelas Debora seperti dilansir dari Antara.
Ada sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai oleh masyarakat di tengah pergantian musim, salah satunya adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Dokter Debora mencontohkan, gejala yang termasuk dalam ISPA, yakni flu, hidung tersumbat, meriang, batuk juga nyeri tenggorokan.
BACA JUGA:Cuaca Tak Menentu, Ini Tips agar Tak Terkena Influenza
Penyakit seperti diare dan demam berdarah dengue juga patut diwaspadai karena genangan air yang muncul setelah hujan dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk yang bisa menyebarkan penyakit DBD.