MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pengembangan pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu destinasi super prioritas terus dilakukan.
Hal tersebut guna mendukung hadirnya pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, ditargetkan jumlah kunjungan wisatawan dapat meningkat hingga 1,5 juta wisatawan per tahunnya.
Sandiaga menambahkan, pengembangan dan penataan kawasan serta infrastruktur di Labuan Bajo ditargetkan sepenuhnya selesai di tahun 2024.
Termasuk bandara yang kini telah dibangun, agar semakin memudahkan wisatawan berkunjung ke salah satu destinasi super prioritas tersebut.

"Airport telah kita bangun, fasilitas juga sudah kita siapkan dan ini adalah investasi awal. Untuk penataan kawasan Labuan Bajo sudah dikucurkan Rp4 triliun lebih dan fasilitasnya sudah bisa kita nikmati sekarang," katanya dalam kegiatan The Weekly Brief with Sandi Uno secara virtual.
Lebih lanjut, adapun penataan yang dilakukan sejak 2020 tersebut, antara lain penataan bandara, pelabuhan peti kemas, pelabuhan pariwisata, waterfront, homestay, pengembangan SDM, dan produk ekraf hingga event.
Kemudian dalam waktu dekat setelah KTT G20, juga akan dibuka penerbangan langsung internasional dari Singapura, Australia, serta Kuala Lumpur ke Labuan Bajo.
Sandiaga menyebut, Labuan Bajo diproyeksikan juga akan menjadi destinasi MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) unggulan dan akan dikembangkan yacht tourism juga wisata minat khusus.