“Butuh hanya 30 detik sebelum kehilangan kesadaran, dan sekitar enam menit Anda lalu mengalami asfiksia kompresif atau restriktif,” ujar Keith.
Kondisi mati lemas nilah yang umumnya menjadi penyebab kematian, jatuhnya korban jiwa di situasi kerumunan manusia.
Meski situasi terinjak-injak bisa sangat berbahaya, namun tak sering hingga menyebabkan banyak korban. Setelah mempelajari kecelakaan tragis serupa lainnya, contohnya tragedi Astroworld 2021, para ahli telah menyimpulkan bahwa penyebab utama kematian dalam kerumunan manusia adalah sesak napas, yaitu ketika tubuh kekurangan oksigen.
Disebutkan lebih lanjut, pada tragedi Itaewon diketahui para korban mati lemas dan mengalami gagal gagal jantung, yang pada akhirnya menyebabkan sebagian besar korban meninggal dunia.
BACA JUGA:Ahli Neuropsikiatri: Sebaran Foto dan Video Tragedi Halloween Itaewon Bisa Picu Trauma Psikologis
BACA JUGA:Cantiknya Aura Kasih Pakai Dress Mini Putih Pose Duduk Manja, Netizen: Bikin Greget
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.