PESTA perayaan karnaval Halloween di Itaewon, Korea Selatan pada Sabtu 29 Oktober 2022, berubah menjadi tragedi yang membuat duka mendalam.
Sebanyak kurang lebih 153 orang meninggal dunia, terhimpit di gang kecil yang dipenuhi oleh ratusan manusia. Insiden mengejutkan ini mungkin membuat banyak orang jadi bertanya-tanya, bagaimana situasi kerumunan manusia seperti itu bisa berdampak fatal alias hingga mengakibatkan kematian.
Jika ditelisik dari medis, menurut para ahli penyebab utama kematian dalam keramaian sebenarnya adalah meninggal dunia karena lemas.
Menurut Steve Allen konsultan di Crowd Safety, hal yang salah apabila ketika kerumunan runtuh dan orang-orang di belakang, memanjat naik ke atas orang-orang di depan mereka yang sudah berkerumun membentuk horizontal, dikutip dari Koreaboo, Senin (31/10/2022).
"Orang-orang ditekan bersama-sama begitu kencang, sehingga menjadi tidak mungkin untuk bernapas,” jelas Steve.
Dalam beberapa kasus, orang bisa pingsan dan bahkan mati saat masih berdiri karena tubuh mereka ditahan oleh kerumunan orang.
(Foto: Koreaboo)
Senada dengan Steve di atas, G. Keith Still, profesor ilmu kerumunan di University of Suffolk di Inggris menjelaskan, ketika seseorang secara fatal terjebak dalam lonjakan kerumunan. Sebetulnya hanya butuh waktu 30 detik, orang tersebut bisa hilang kesadaran dan berlanjut ke asfiksia.
“Butuh hanya 30 detik sebelum kehilangan kesadaran, dan sekitar enam menit Anda lalu mengalami asfiksia kompresif atau restriktif,” ujar Keith.
Kondisi mati lemas nilah yang umumnya menjadi penyebab kematian, jatuhnya korban jiwa di situasi kerumunan manusia.
Meski situasi terinjak-injak bisa sangat berbahaya, namun tak sering hingga menyebabkan banyak korban. Setelah mempelajari kecelakaan tragis serupa lainnya, contohnya tragedi Astroworld 2021, para ahli telah menyimpulkan bahwa penyebab utama kematian dalam kerumunan manusia adalah sesak napas, yaitu ketika tubuh kekurangan oksigen.
Disebutkan lebih lanjut, pada tragedi Itaewon diketahui para korban mati lemas dan mengalami gagal gagal jantung, yang pada akhirnya menyebabkan sebagian besar korban meninggal dunia.
BACA JUGA:Ahli Neuropsikiatri: Sebaran Foto dan Video Tragedi Halloween Itaewon Bisa Picu Trauma Psikologis
BACA JUGA:Cantiknya Aura Kasih Pakai Dress Mini Putih Pose Duduk Manja, Netizen: Bikin Greget
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.