Perlu diketahui, pola tersebut dibuat menggunakan tinta yang berasal dari endapan asap pelita yang mengumpul di loteng rumah penduduk lalu diber air. Menariknya lagi, ‘tinta’ tato tersebut tidak mudah memudar dari kulit empunya meski hingga usia tua.

Selanjutnya, setelah pola tergambar dengan ‘tinta’, pola tersebut akan dibuat permanen dengan duri pohon maja sebagai alatnya.
Duri ini akan ditusuk-tusukan ke kulit mengikuti pola yang ada, bertujuan agar tinta meresap masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam dan menjadi tahan lama.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.