AKOMODASI, seperti hotel, hostel, dan sebagainya merupakan tempat penginapan yang dicari oleh para pelancong dengan mengutamakan kenyamanan serta kebersihan kamar. Namun, bagaimana jika Anda menemui sebuah hotel yang dikelilingi jamur tumbuh segar di sana?
Mengutip laman News.com.au, seorang pelanggan telah mengecam sebuah hotel butik Sydney yang cukup berbahaya bagi pengunjung yang akan menginap karena kondisi kamar dinilai buruk dan banyak jamur tumbuh di sekitarnya.
Seorang pelancong mengatakan, hotel butik Sydney digambarkan sebagai tempat terburuk yang pernah ia tinggalkan dan merasa marah dengan kondisi kamar hotel yang berhasil dipesannya.
Kamar-kamar di Manly Lodge, hotel butik yang hanya beberapa menit dari salah satu pantai paling terkenal di Sydney ini dipenuhi oleh jamur, lantas membuat para pelancong khawatir akan kesehatan mereka setelah menginap di sana.
Suasana hotel awalny digambarkan sebagai wisma butik terbaik dari Manly ke depan pintu Anda, namun justru pelancong menggambarkan sebaliknya yakni ibarat 'pondok hotel dari neraka'.
Suasana yang dianggap tidak baik untuk kesehatan membuat beberapa ulasan terkait hotel ini tersebar di intenet, di antaranya:
“Di mana-mana dan semuanya sudah tua, kotor atau berjamur. Saya kira Anda mendapatkan apa yang Anda bayar. Saya hanya berharap, saya tidak membayar penyakit legiuner,” tulis seorang melalui ulasan.
“Jika Anda menghargai kesehatan Anda, jangan tinggal di tempat ini. Tempat ini membutuhkan kecocokan,” sebut lainnya.
Banyaknya tanggapan negatif terkait hotel butik ini, mantan manajer The Manly Lodge pun angkat bicara dan mengatakan bahwa mereka tidak menyewakan kamar dengan jamur dalam jumlah besar.
“Kami mencoba yang terbaik untuk meningkatkan beberapa kondisi di kamar kurang baik, dan kami meminta maaf untuk para tamu, tetapi kami sudah berhenti berbagi di kamar itu,” jelas manajer Tiger Liu kepada Current Affair.
Disambung oleh sang manajer, jika beberapa kamar bagus mereka tanpa cetakan dan berusaha sebaik mungkin untuk membersihkannya.
Harga di hotel ini sekitar USD100 per malam atau sekitar Rp1,5 juta per malam, namun beberapa pelanggan melaporkan membayar hingga USD300 per malam atau lebih Rp4 juta per malam untuk bisa menempati kamar yang dinilai banyak tumbuh jamur tersebut.
Beberapa foto jamur hitam yang menutupi dinding dan atap kamar telah diungkap oleh A Current Affair.
Tanggapan kembali diberikan oleh pelanggan lain; “Jamur di kamar, jamur di lorong, tempat bau, tidak ada bola lampu, sofa bernoda, sepertinya harus ditinggalkan.”
(Foto: TripAdvisor)
Keluhan lain pelanggan, yakni manajer dan pekerja tidak selalu standby di lokasi dan susahnya pintu kamar dibuka. Hotel ini mendapat peringkat bintang 2,5 di TripAdvidsor dan bintang 3.0 di ulasan Google. Namun, terdapat beberapa pelanggan yang menginap di sana membagikan ulasan positif.
“Saya memberi tempat ini peringkat bintang lima atas upaya mereka menjadikan hotel bergaya lama ini sebagai butik, dan pengalaman yang nyaman bagi para tamunya,” bunyi satu ulasan yang diposting pada 2019 lalu.
“Staf, layanan pelanggan, dan harga sangat cocok bagi mereka yang mencari penginapan yang nyaman dengan anggaran terbatas," bela lainnya.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.