MARAKNYA kasus gangguan ginjal akut yang menyerang lebih dari 200 anak di Indonesia, sempat ramai disebut-sebut ada kaitannya dengan penyakit infeksi Covid-19.
Namun isu ini akhirnya dibantah dengan tegas oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. Ia mengatakan kasus gangguan ginjal akut dipastikan bukan karena infeksi Covid-19.
“Apakah ini berkaitan dengan Covid-19? Ternyata enggak,” tegas Menkes Budi, ditemui dalam Konferensi Pers Update Gangguan Ginjal Akut Anak di Indonesia di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Jumat (21/10/2022).
Kesimpulan ini diketahui, paska Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan pengecekan pada pasien, hasilnya ternyata tidak ditemukan.
Pernyataan yang sama juga, diungkap Menkes Budi berlaku untuk vaksin Covid-19.
“Anak-anak di bawah 5 tahun belum vaksin Covid-19, jadi bukan," tambahnya.
(Menkes Budi, Foto: MPI/ Kevi)
Di tengah peningkatan kasus, Kemenkes diketahui sampai saat ini masih mencari tahu apa penyebab pasti dari fenomena gangguan ginjal akut pada anak. Meski per 5 Oktober lalu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengeluarkan pemberitahuan bahwa gangguan ginjal akut pada anak ini disebabkan oleh senyawa.
Namun, Menkes Budi menyebut pihaknya pun tetap melakukan investigasi apakah ada kemungkinan penyebab lainnya.
"Kasus pun meningkat dan tidak diketahui pasti, yang membuat heran karena kita menemukan ginjal yang bermasalah. Apakah ada faktor lain? Jadi penyakit ini disebabkan oleh virus atau bakteri atau parasit seperti Covid-19, dan lain-lain. Ternyata tidak, karena kelihatan kan ini kita lihat patogen dari pasien-pasien yang diperiksa," terangnya.
BACA JUGA:Update Kasus Gangguan Ginjal Akut, Menkes Budi: 133 Anak Meninggal Dunia
BACA JUGA:Varian XBB Sudah Ada di Indonesia, Menkes Budi Prediksi Kenaikan Kasus di Awal Tahun
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.