KAMOMOSE merupakan tradisi unik masyarakat Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam mencari jodoh. Tradisi sejenis permainan tradisional ini biasanya dijalankan muda-mudi untuk menemukan pasangan hidupnya.
Kamomose berasal dari kata 'komomo' dan 'poose ose'. 'Komomo' berarti bunga yang akan mekar. Meskipun 'poose ose' berarti berjajar teratur. secara harfiah, Kamomose adalah tradisi anak perempuan mencapai usia pubertas duduk berjajar untuk diperkenalkan kepada pemuda desa.
BACA JUGA:10 Tradisi Unik yang Hanya Bisa Ditemukan di Indonesia, Nomor 6 Sangat Ekstrem!
Kamomose merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan masyarakat Buton Tengah khusus di Kecamatan Lakudo. Biasanya digelar setiap tahun pada malam setelah Hari Raya Idul Fitri.
Mengutip dari Sindonews, ratusan perempuan akan berdiri saling berhadapan. Di tengah-tengah wanita yang mengenakan pakaian adat, terdapat sebuah baskom, dengan lilin yang menyala di dalamnya.
BACA JUGA:Tradisi Unik Suku Kalash, Wanita Boleh Kawin Lari dan Pria Bebas Tiduri Istri Orang
Sedangkan bagi anak muda, yang ingin mengikuti tradisi ini, harus membeli kacang tanah yang dijajakan oleh warga sekitar tempat tradisi berlangsung.
Dalam tradisi ini, jika para pemuda tertarik pada salah satu gadis, mereka melemparkan satu kacang goreng ke dalam baskom yang dibawa oleh para wanita. setelah itu akan ada negosiasi dengan wanita dan keluarganya untuk meminta persetujuan.
Jika lamaran disetujui, maka perkenalan singkat dapat ditingkatkan menjadi hubungan yang lebih serius.
Asiruddin, salah satu bujang yang mengikuti tradisi ini, mengaku sengaja mengikuti kegiatan ini bersama teman-temannya untuk mencari teman. “Kali aja ada seorang gadis berpartisipasi dalam Kamomose yang bisa menjadi jodoh,” kata Asiruddin.
Adam, salah satu tokoh masyarakat setempat, mengatakan Kamomose adalah tempat mencari teman. "Jika umpannya adalah ketika seorang wanita menemukan Kamomose ini, pria ini akan segera memberitahu keluarganya," kata Adam.
(Salman Mardira)