MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno akan memfasilitasi 800 usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di seluruh Indonesia untuk mendapatkan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) sepanjang 2022.
Sandiaga juga menjelaskan, upaya tersebut sebagai langkah untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan untuk berwisata dengan aman, nyaman, dan sehat di Indonesia. Sehingga nantinya kunjungan wisatawan Nusantara akan semakin meningkat, karena sudah tersertifikasi SNI CHSE.
BACA JUGA:Sandiaga Uno Takjub oleh Tingginya Antusiasme Sineas Sumatra dan Sekitarnya
Sejak 2020 hingga 2021, kata Sandiaga, Kemenparekraf telah memfasilitasi sebanyak 11.986 usaha pariwisata agar tersertifikasi CHSE di seluruh Indonesia. Kemudian menurut hasil survei yang dilakukan pada 2022, sebanyak 53 persen wisatawan lebih memilih hotel dengan pertimbangan protokol kesehatan (prokes) yang bersih dan lengkap.
"Hal ini terbukti dari preferensi hotel yang mengalami peningkatan pengunjung sampai 30 persen. Kami harapkan melalui program ini, akan bertambah 800 usaha di sektor parekraf yang tersertifikasi SNI CHSE," katanya dalam Weekly Press Brief with Sandiaga Uno di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin 17 Oktober 2022.
Menurut Sandiaga, sertifikasi SNI CHSE ini bersifat voluntary atau sukarela. Namun sebagai piranti penting yang diperlukan untuk membangkitkan sektor Parekraf.
BACA JUGA:WNI Pukul Pramugara Turkish Airlines, Sandiaga: Lebih Baik Diselesaikan Melalui Forum Kekeluargaan
Guna menjamin konsistensi penerapan sertifikasi CHSE, Kemenparekraf bersama Badan Standardisasi Nasional pada akhir 2021 telah meluncurkan SNI 9042:2021 yang selanjutnya disebut SNI CHSE di tempat penyelenggaraan dan pendukung kegiatan pariwisata.
Lebih lanjut, adanya program ini salah satunya diperuntukkan bagi Usaha Mikro Kecil (UMKM) yang belum pernah mendapatkan fasilitasi CHSE sebelumnya dari Kemenparekraf. Ada pula terkait kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB). Mungkin yang difasilitasi adalah hotel-hotel non bintang dan pelaku UMKM.