Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin mengatakan, selama sepuluh bulan terakhir kunjungan wisatawan ke daerah ini mencapai 800 ribu wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Wisatawan itu mengunjungi sejumlah obyek wisata, seperti Negeri di Atas Awan, Desa Wisata Saba Badui, Pantai Sawarna, Air Panas, curug, Goa Sangkir, Museum Multatuli, Kolam Renang Cipanas, Arung Jerami Ciberang, Permainan Air Curugbitung, dan BIM Rangkasbitung.
Ia memperkirakan destinasi kawasan wisata itu dapat menggulirkan perputaran uang hingga mencapai Rp40 miliar jika didasarkan pada rata-rata belanja wisatawan Rp 50 ribu per orang dengan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 800 ribu orang pada Januari-September 2022.

Imam menyebutkan perputaran uang sebesar itu dipastikan menyerap tenaga kerja hingga ribuan orang, termasuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM).
Pemerintah daerah mendorong kunjungan wisatawan itu dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat setempat dan mengatasi pengangguran.
"Kami meyakini destinasi wisata Lebak tumbuh dan berkembang dengan didukung kemudahan transportasi Komuter Line Rangkasbitung-Jakarta, juga Jalan Tol Serang- Panimbang hanya 1,5 jam dari Jakarta," ujar Imam.
(Rizka Diputra)