Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gak Bisa Diretur kalau KDRT, Yuk Cek Sifat-Sifat Pasangan Sebelum Menikah

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Sabtu, 15 Oktober 2022 |16:33 WIB
Gak Bisa Diretur kalau KDRT, Yuk Cek Sifat-Sifat Pasangan Sebelum Menikah
Ilustrasi KDRT. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

KETIKA masih pacaran, pasangan memang rasanya sangat baik dan perhatian. Tapi, hal berbeda mungkin terjadi ketika hubungan tersebut sudah masuk ke jenjang selanjutnya.

Salah-salah, pasangan yang dipilih malah bisa melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Oleh karena itu, sebelum melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius, ada baiknya Anda jeli memahami kepribadian pasangan agar kelak tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Psikolog klinis Anggiastri Hanantyasari Utami mengatakan ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan sejak awal sebelum menentukan pasangan hidup demi mengantisipasi kekerasan dalam rumah tangga. Pasalnya, pasangan bukan seperti membeli barang yang bisa direutur ketika tidak cocok.

"Ketika kita mau objektif dan peka sebelum menentukan pasangan hidup ada beberapa hal yang bisa kita amati sejak dini," kata Anggiastri seperti dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan kekerasan dalam rumah tangga adalah hal yang menjurus kepada isu kesehatan mental, bisa dalam bentuk kekerasan fisik, kekerasan ekonomi dengan tidak memberikan nafkah, kekerasan seksual dalam rumah tangga, maupun kekerasan secara psikologis. "Pertama, seringkali merendahkan kita baik secara personal maupun ketika di depan umum," ujar psikolog di LPDK Kemuning Kembar dan Omah Perden.

Ciri lainnya, adalah tidak mampu mengkomunikasikan dan menyelesaikan masalah berdua dengan baik bahkan cenderung menghindari atau kabur dari masalah. Kemudian, perhatikan apakah pasangan sering menggunakan kata-kata kasar saat menyampaikan keluhannya.

Hal lain yang harus diwaspadai adalah ketika pasangan memaksakan kehendak pada pasangannya seperti mengatur apa yang seharusnya dilakukan pasangan tanpa mau mendengar kebutuhannya. Lalu, hati-hati bila pasangan merasa berkuasa dan merasa paling benar.

"Ini ditandai dengan sering menyalahkan pasangan atas sikap dan perilaku kasar yang dilakukan dilanjutkan dengan mengatakan bahwa pasangan pantas mendapatkan hal tersebut," jelas dia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement