“Kami sudah tahu bahwa beberapa anak memiliki kondisi jantung yang dapat membahayakan mereka saat bermain olahraga kompetitif, tetapi kami terkejut menemukan bahwa beberapa pasien mengalami pingsan yang mengancam jiwa selama bermain video game,” kata peneliti Christian Turner, MBBS.
Meskipun reaksi yang mungkin mematikan terhadap video game bukanlah kejadian umum, tapi masalah ini harus ditanggapi dengan sangat serius.
Peneliti menilai, para orang tua harus mempertimbangkan kembali video game sebagai alternatif aktivitas untuk anak-anak.
BACA JUGA:Jaga Kesehatan Jantung, Menkes Budi: Jangan Hanya Diam di Rumah
BACA JUGA:Vaksin Covid-19 mRNA Bisa Berisiko Ancaman Serangan Jantung, Benarkah?
“Video game, sebelumnya saya pikir akan menjadi 'aktivitas aman' alternatif. Ini adalah penemuan yang sangat penting. Kami perlu memastikan, semua orang tahu betapa pentingnya memeriksakan diri ketika seseorang mengalami episode pingsan dalam keadaan seperti ini,” tutup Christian Turner.
(Rizky Pradita Ananda)