Dijelaskan lebih lanjut, lewat studi penelitian tersebut tim peneliti menemukan bahwa banyak dari anak-anak yang menderita masalah jantung saat bermain "game perang dengan multi-pemain" di konsol dan komputer. Peneliti menyebutkan bahwa pasien memasuki "keadaan bersemangat" dan menjadi sakit setelah berkelahi dengan sesama pemain.
Setelah ditelusuri, ini karena ada dorongan adrenalin dari aktivitas fisik dan emosi yang meningkat saat bermain game. Sehingga akhirnya dapat menyebabkan pingsan, jantung berdebar, dan pusing.
Para ahli memperingatkan bahwa anak-anak yang mengalami pingsan saat bermain game harus dibawa ke spesialis jantung. Mengapa demikiank? Sebab, kehilangan kesadaran bisa menjadi tanda masalah jantung yang tidak terdiagnosis.
Takikardia ventrikel polimorfik katekolaminergik (CPVT) dan sindrom QT panjang bawaan (LQTS) tipe 1 dan 2, ditemukan sebagai penyebab utama yang paling umum dengan sebagian besar diagnosis bersifat genetik.
Selain itu dalam beberapa kasus, video game disebutkan bisa menyebabkan pemadaman sistem kelistrikan jantung yang membuat orang lain di keluarganya diperiksa, dan didiagnosis dengan kondisi jantung genetik.