SERING terjadi di tempat umum, kita melihat anak kecil yang menangis, meronta-ronta, rewel, mengamuk bahkan berguling-guling di lantai.
Ya, ini merupakan bagian dari tantrum, yang bahkan pada beberapa kasus, anak-anak bisa bahkan menahan napas, muntah, memecahkan barang atau melukai diri sendiri atau orang lain sebagai bagian dari tantrum.
Mengapa tantrum terjadi, sebagaimana dilansir dari Raising Children, Kamis (13/10/2022) tantrum yang sering terjadi pada anak usia 1 sampai 3 tahun ini disebutkan karena anak kecil masih berada pada tahap awal perkembangan sosial, emosional dan bahasa.
Anak-anak seusia ini, disebutkan lebih lanjut tak selalu bisa mengomunikasikan kebutuhan dan perasaannya. Termasuk keinginan untuk melakukan sesuatu untuk diri mereka sendiri, sehingga mereka mungkin menjadi frustrasi. Sebetulnya, anak pun belajar bahwa cara mereka berperilaku memengaruhi orang lain.
Maka dari itu, tantrum merupakan salah satu cara anak kecil untuk mengekspresikan dan mengelola perasaan, dan mencoba memahami atau mengubah apa yang terjadi di sekitar mereka.