Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

8 Tren Berwisata yang Muncul Imbas Pandemi Covid-19, Apa Saja?

Dita Mawanda , Jurnalis-Sabtu, 08 Oktober 2022 |17:02 WIB
8 Tren Berwisata yang Muncul Imbas Pandemi Covid-19, Apa Saja?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

PANDEMI Covid-19 masih berlanjut. Memang sudah melandai, namun Anda juga tetap harus waspada. Dimulai tahun 2020 beberapa sektor mulai tutup akibat pandemi, termasuk sektor pariwisata yang ditutup rapat dan melarang orang-orang untuk berpergian keluar.

Di balik pandemi yang menimpa, ternyata ada beberapa tren perjalanan 'sehat' di tahun 2022 dari beberapa ahli yang membuat daftar perjalanan terbaik agar Anda tetap bisa liburan dengan aman dan nyaman walaupun di saat pandemi.

Berikut 8 tren perjalanan yang muncul akibat pandemi, sebagaimana Okezone kutip dari laman Tourism Review.

1. Menginjakkan kaki di alam bebas

Pandemi lantas membuat Anda terus berada di rumah, maka perlu bagi tubuh Anda menerima udara luar apalagi suasana dengan pepohonan dan rumput hijau yang sekaligus memulihkan pikiran Anda.

Pemakaian masker dan menjaga jarak di alam bebas pun diringankan, jadi Anda diberikan kesempatan untuk melepas masker selagi menghirup udara segar.

Di Amerika Serikat, taman nasional telah mengalami lonjakan pengunjung yang jumlahnya terus meningkat. Hal itu juga berlaku di Italia dan negara-negara lain, jika beberapa pemandangan hijau adalah suatu keharusan yang perlu dinikmati.

BACA JUGA: Pramugari Berbagi Tips Packing dan Barang yang Perlu Dibawa saat Traveling

Infografis Tips Traveling Aman

2. Berwisata terdekat

Banyaknya masalah terkait meningkatnya harga bensin, jadwal penerbangan yang cukup kacau, bahkan beberapa syarat khusus yang dibutuhkan jika melakukan perjalan lumyan jauh, belum lagi destinasi yang dipilih justru ditutup karena Covid.

Oleh karenanya, telah menjadi faktor pendorong banyak orang berpikir jika pergi ke objek wisata terdekat adalah sousi utama. Apalagi, jika Anda memiliki anak tentu menginginkan perjalanan yang mudah.

3. Penginapan bernuansa outdoor

Tempat penginapan dengan nuansa outdoor benar-benar akomodasi ideal untuk Anda yang tetap bisa liburan, menikmati segala aktivitas yang tak kalah serunya dibandingkan dengan objek wisata lain.

Di peternakan AS, rumah pertanian, dan tempat berteduh merupakan akomodasi yang dekat dengan alam. Jika menginap di sana, Anda bisa mencoba beberapa kegiatan udara terbuka, seperti berjalan kaki, sesi yoga di ruang terbuka, menunggang kuda, dan masih banyak lagi.

4. Kembalinya Motel

Di masa pandemi, perjalanan jauh menjadi begitu populer. Mungkin Anda juga berpikir biaya pengeluaran untuk motel lebih rendah dibandingkan dengan hotel, serta motel atau pondok-pondok penginapan lebih mudah ditemui di pinggir jalan.

Sama halnya di Amerika Serikat, sebagian besar orang lebih memilih fasilitas akomodasi desain yang 'lewat' saja. Beberapa juga baru dibuka dengan harga cukup terjangkau, kamar yang indah, juga ruang permainan dan kolam renang air asin dalam ruangan.

5. Menginap di pinggiran kota

Pada saat sibuk-sibuknya, banyak orang melakukan aktivitas pekerjaan di pusat kota. Namun, ketika pandemi hingga di era pra-pandemi, berubah menjadi beberapa orang memilih untuk tinggal di lingkugan perumahan yang dulu dikosongkan selama jam kerja.

Menginap di tempat yang jauh dari keramian pusat kota, memungkinkan Anda dapat memahami arti dari 'kehidupan lokal', menemukan barang-barang, seperti toko-toko independen, galeri seni, dan keahlian memasak otentik.

6. Pameran seni terbuka

Museum, saat pandemi tentu ikut ditutup untuk tetap menjaga jarak dan tidak diperbolehkan berkerumun di dalam ruangan. Karena Covid, seni pun dilahirkan kembali dan berkembang di jalan-jalan, atau di tempat terbuka yang mempraktikkan social distancing.

Sama halnya di Amerika Serikat, Taman Patung Minneapolis di Pusat Seni Walker merupakan seni benar-benar bebas dari batas empat dinding museum tradisional.

Infografis Kebiasaan Buruk Traveling

Di antara hasil karya taman tersebut ada sebuah sendok raksasa dengan ceri proporsi abstrak, karya 'Spoonbridge and Cherry' oleh Claes Oldenburg yang dapat dikunjungi dengan bebas.

7. Spot berkonsep rooftop

Pandemi memang membuat orang-orang merasa terbatas menerima udara segar, sehingga banyak orang yang tinggal di sebuah gedung tinggi dan memiliki rooftop sesekali datang untuk merasakan udara luar.

Roma dengan 'teras' populer memiliki beberapa yang impresif. Di paris memiliki 'rooftop louge'. Branch Hotel di Arondisemen ke-16 sangat terkenal karena menawarkan kepada Anda pemandangannya. Kemudian, ada Menara Eiffel yang luar biasa disertai dengan pusaran air bergaya Skandinavia. Semua aktivitas wisata itu jadi tren terbaru sejak pandemi berkecamuk.

8. Makan di ruang terbuka

Ketika di dalam ruangan Anda dilarang untuk makan dan minum, sebagian pemilik resto pun akhirnya memutuskan menambah fasilitas makanan ringan bertemakan outdoor.

Anda pun bisa merasakan piknik kembali, seperti dapat menikmati aneka menu makanan dan minuman suatu resto di halaman rumput yang mennghadap ke pemandangan hijau ataupun laut. Menyenangkan bukan?

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement