Ada fakta menarik dari Candi Badut, di antaranya yaitu memiliki ciri khas yang membedakan Candi Badut dari candi lain di Jawa Timur, tepatnya pada pahatan kalamakara yang menghiasi ambang pintunya.
Pada umumnya candi-candi di Jawa Timur memiliki relief kepala raksasa lengkap dengan rahang bawah, berbeda dengan Candi Badut, yang kalamara dibuat tanpa rahang bawah. Hal itu membuat Candi ini mirip dengan candi-candi yang berada di Jawa Tengah.
Candi Badut memiliki kemiripan dengan Candi Dieng yang berada di Jawa Tengah. Selain itu, candi Badhut diyakini sebagai candi Syiwa, walaupun sampai saat ini belum ditemukan Arca Agastya di dalamnya.
Tangga di kaki candi terletak di sisi barat, tepat di hadapan pintu masuk pada ruang utama. Jalan masuk menuju ke ruang dalam tubuh candi dilengkapi dengan bilik terampil sepanjang sekitar 1,5 meter.
Dinding candi dihiasi dengan sebuah relief burung berkepala manusia dan peniup seruling. Di dinding luar sisi utara tubuh candi terdapat arca Durga Mahisasuramardini yang tampak sudah rusak.
(Foto: Perpusnas.go.id)
Di sisi selatan seharusnya terdapat arca Syiwa Guru dan di sisi timur terdapat arca Ganesha. Namun, keduanya sudah tidak ada lagi di tempatnya dan tidak diketahui apa penyebabnya.
Candi Badut pernah dipulihkan selama satu tahun , yaitu tepatnya pada tahun 1925-1926, akan tetapi masih terdapat beberapa bagian yang hilang.
Di bagian Barat pelataran yang tepatnya pada sisi kiri dan kanan halaman depan bangunan candi yang yang sudah dipulihkan, terdapat fondasi bangunan lain yang masih belum diperbarui.
Masih banyak tumpukan batu di sekeliling pelataran yang belum dapat di kembalikan ke tempatnya semula. Berikut merupakan penjelasan mengenai Candi Badut.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.