Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengungkap Asal Usul Candi Badut, Jejak Peninggalan Kerajaan Kanjuruhan

Nur Afifah , Jurnalis-Kamis, 06 Oktober 2022 |05:04 WIB
Mengungkap Asal Usul Candi Badut, Jejak Peninggalan Kerajaan Kanjuruhan
Candi Badut, jejak peninggalan Kerajaan Kanjuruhan, Malang (Foto: Perpusnas.go.id)
A
A
A

CANDI merupakan bangunan keagamaan tempat ibadah peninggalan purbakala yang berasal dari peradaban Hindu-Buddha. Candi juga merupakan salah satu warisan seni budaya Indonesia.

Setiap candi memiliki ciri khasnya tersendiri dan di antaranya ada yang memiliki keterkaitan dari beberapa kerajaan terdahulu.

Salah satu candi yang diperkirakan memiliki keterkaitan dengan salah satu kerajaan yaitu Candi Badut. Berikut beberapa informasi yang dapat diberikan mengenai Candi Badut.

Dikutip dari website perpusnas.go.id, bahwa Candi Badut merupakan candi yang berlokasi di Desa Karangbesuki, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Candi Badut ditemukan oleh pakar arkeologi pada tahun 1923. Candi tersebut diduga telah dibangun sebelum masa pemerintahan Airlangga, yaitu masa dimulainya pembangunan candi-candi lain di Jawa Timur, hak itu yang membuat candi Badhut ini menjadi candi yang tertua di Jawa Timur.

BACA JUGA: Menyibak Misteri Watu Gong, Benda Purbakala Peninggalan Kerajaan Kanjuruhan
Candi badut, Malang
(Foto: Perpusnas.go.id)

Selain itu, sebagian ahli purbakala berpendapat bahwa Candi Badut didirikan atas perintah Raja Gajayana dari Kerajaan Kanjuruhan.

Dalam Prasasti Dinoyo (tahun 682 Caka atau 760 M), yang berada di Desa Merjosari, Malang, diinformasikan bahwa pusat Kerajaan Kanjuruhan berada di daerah Dinoyo.

Prasasti Dinoyo sendiri saat ini tersimpan di Museum Nasional Jakarta. Di dalam prasasti tersebut dijelaskan mengenai masa pemerintahan Raja Dewasimba dan Sang Liswa selaku putranya yang bergelar sebagai Raja Gajayana.

Pada masa tersebut merupakan masa keemasan Kerajaan Kanjuruhan. Kedua raja tersebut dikenal sangat adil, bijaksana dan juga dicintai oleh rakyatnya.

Konon, Sang Liswa sangat senang melucu dan dalam bahasa Jawa dikenal 'mbadhut', sehingga candi yang dibangun tersebut dinamakan Candi Badut atas perintahnya.

Walaupun terdapat dugaan semacam itu, tetapi sampai saat ini belum ditemukan bukti kuat keterkaitan Candi Badut dengan Raja Gajayana.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement