Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ngamuk di Pesawat, Pemuda Mabuk Minta Oral Seks pada Pramugari

Violleta Azalea Rayputri , Jurnalis-Minggu, 02 Oktober 2022 |04:00 WIB
<i>Ngamuk</i> di Pesawat, Pemuda Mabuk Minta Oral Seks pada Pramugari
Ilustrasi penumpang di pesawat (Travel and Leisure)
A
A
A

AKSI Kieran Harris sungguh keterlaluan. Disuruh pakai masker oleh pramugari, pemuda 19 tahun ini malah mengamuk di pesawat. Dia mengancam tembak awak kabin. Bukan hanya itu, pria asal Garston, Liverpool, Inggris juga melecehkan pramugari dengan meminta dioral seks.

Akibat dari perilaku buruknya, Harris dihukum penjara selama 12 minggu atau tiga bulan. Dia juga diwajibkan membayar uang kompensasi kepada pramugari yang sudah dilecehkannya sebesar £250 atau sekira Rp5 juta.

Melansir dari laporan The Leader, peristiwa itu terjadi dalam penerbangan dengan pesawat easyJet dari Alicante, Spanyol menuju Manchester, Inggris. Di dalamnya ada 177 penumpang termasuk Harris.

 BACA JUGA:Curhat Pramugari Diajak Ngamar Bareng Pilot Nakal hingga Tak Kuasa Menangis

Dalam peristiwa yang terjadi pada Mei 2021 tersebut, Harris yang terbang sendirian tanpa teman dilaporkan dalam kondisi mabuk karena minum vodka.

Pramugari sudah empat kali memintanya mengenakan masker wajah yang berlaku dalam penerbangan untuk mencegah tertular virus COVID-19. Tapi, Harris mengabaikannya. Ia malah memaki pramugari dan mengaku dirinya tak takut kalau dilapor ke polisi.

"Saya kenal orang-orang, saya tidak takut pada polisi," kata Harris kepada seorang pramugari bernama Caroline Callaghan.

 Ilustrasi

Pramugari Dorota Kazimierczak lantas meminta Harris untuk tetap di kursinya dan mengenakan sabuk pengaman selama di pesawat. Celakanya, Harris malah menuntut pramugari itu agar melakukan seks oral padanya.

Dia kemudian meneriakkan pelecehan rasis dan mengancam akan menembaknya dan pacarnya.

“Selama empat tahun saya terbang, saya tidak pernah menghadapi situasi seperti ini. Dia agresif kepada banyak orang dan tidak terkendali dan saya merasa takut. Saya hanya senang atas bantuan kapten dan polisi,” kata Callaghan menceritakan kasus dialaminya.

“Situasinya menyedihkan dan sangat sulit untuk dihadapi. Dia menjadi mabuk dengan sangat cepat. Saya tidak yakin apakah ini karena alkohol atau obat-obatan, karena mulutnya berbusa.”

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement