Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Tren Quiet Quitting, Bentuk Perlawanan Para Pekerja dengan Sistem Kerja Berlebihan

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Kamis, 29 September 2022 |12:30 WIB
Viral Tren Quiet Quitting, Bentuk Perlawanan Para Pekerja dengan Sistem Kerja Berlebihan
Ilustrasi Tren Quiet Quitting. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Pekerjaan yang Berlebihan

Kenyataannya, ada banyak karyawan yang bekerja di luar kontrak yang telah disepakati. Hal ini dilakukan perusahaan untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan bisnis.

Orang yang melakukan quiet quitting akan memilih untuk tidak melakukan tugas-tugas di luar tanggung jawab mereka. Mereka umumnya tidak bersedia bekerja hingga larut malam, datang lebih awal ke kantor, ataupun menghadiri pertemuan di luar pekerjaan.

Konflik Antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi

Popularitas tren quiet quitting menunjukkan ada banyak orang yang lelah menjalani rutinitas pekerjaan yang padat, tetapi di saat bersamaan tidak leluasa menjalani kehidupan pribadi. Ada banyak orang yang membutuhkan jeda dan waktu istirahat dari pekerjaannya untuk dapat menata hidup. Jeda juga diperlukan agar bisa lebih siap bekerja di keesokan harinya.

Merasa Kurang Dihargai

Elena Touroni, PhD., konsultan psikologi sekaligus pendiri the Chelsea Psychology Clinic, mengatakan perubahan sikap yang terjadi pada pekerja bisa disebabkan mereka merasa pekerjaannya kurang dihargai.

Menurutnya, ada banyak pekerja yang merasa telah berusaha memenuhi ekspektasi atasan dan perusahaan, tetapi kurang mendapatkan penghargaan, baik dalam bentuk bonus, tambahan gaji, maupun pengakuan. Perlahan, kondisi ini bisa merusak mental dan mengikis motivasi dalam bekerja sehingga mereka melakukan quiet quitting.

Efek Pandemi Berkepanjangan

Efek pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dinilai bisa mendorong seseorang melakukan quiet quitting. Rasa bosan, kecemasan, dan stres selama menjalani work from home bisa menyebabkan seseorang merasa perlu melakukan quiet quitting.

(Martin Bagya Kertiyasa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement