Hal itu selaras dengan penelitian pada 2009 yang 43 persen pesertanya menjalankan diet vegan. Hasilnya mampu mengurangi dosis obat penurun gula darah, dibandingkan dengan 26 persen peserta yang mengikuti diet yang direkomendasikan ADA.
2. Mencegah Risiko Kanker
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setidaknya sepertiga dari semua penyakit kanker dapat dicegah oleh faktor-faktor yang dapat dikendalikan, termasuk diet.
Vegan umumnya makan lebih banyak kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran daripada non-vegan. Ini mungkin menjelaskan alasan sebuah penelitian pada 2017 menemukan bahwa vegan memiliki manfaat risiko 15 persen lebih rendah terkena kanker.
Menurut National Cancer Institute, konsumsi makanan nabati dalam jumlah yang lebih tinggi dapat mengurangi risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker perut, paru-paru, mulut, dan tenggorokan. Termasuk pula mengurangi risiko kanker usus besar, prostat, dan pankreas.
3.Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Makan buah dan sayuran segar, kacang-kacangan, dan serat juga dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Pola makan vegan yang terencana dengan baik umumnya mencakup semua makanan ini dalam jumlah yang lebih tinggi daripada pola makan standar Barat.
Studi observasional yang membandingkan vegan dengan vegetarian dan nonvegetarian melaporkan bahwa diet vegan berisiko 75 persen lebih rendah terkena tekanan darah tinggi.
Beberapa penelitian terkontrol secara acak melaporkan bahwa diet vegan jauh lebih efektif dalam mengurangi gula darah, kolesterol LDL (jahat), dan kadar kolesterol total daripada diet yang mereka bandingkan.