Selain itu, efek samping yang lebih parah berisiko menyebabkan munculnya cairan di dalam paru-paru yang menyebabkan paru-paru kolaps, koma, kolaps kardiovaskular, dan kelumpuhan otot pernapasan. Di Australia, penggunaan etilen dioksida untuk makanan sudah tidak diperbolehkan sejak 2003.
Pasalnya, paparan etilen oksida dapat menghancurkan DNA. Hal ini dapat meningkatkan risiko kanker tertentu. Studi yang dipublikasikan US Environmental Protection Agency (EPA) menyebutkan, paparan etilen oksida jangka panjang dapat menyebabkan kanker sel darah putih, termasuk limfoma non-Hodgkin, myeloma, dan leukemia limfositik.
Paparan EtO juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita. Mengingat bahayanya khususnya bila terpapar jangka panjang, sebaiknya sebisa mungkin hindari makanan yang memiliki kandungan EtO.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.