KANDUNGAN Etilen oksida memang menjadi lebih dikenal, setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik izin edar sebuah produk es krim karena dikabarkan mengandung etilen oksida (EtO).
EtO adalah bahan kimia berbentuk gas yang tidak berwarna dan mudah terbakar pada suhu kamar dan cairan di bawah 51 derajat Fahrenheit. Etilen oksida digunakan untuk membuat zat kimia dalam industri, produk perawatan tubuh, dan consumer goods (produk jadi yang siap pakai). Selain itu, EtO juga sering digunakan untuk mensterilkan beberapa perangkat medis.
Etilen oksida juga dapat dimanfaatkan untuk:
- Insektisida
- Kosmetik
- Detergen
- Obat-obatan
- Sampo

Penelitian lebih lanjut tentang efek samping menelan etilen oksida sebenarnya masih diperlukan. Akan tetapi, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan efek samping etilen oksida bagi tubuh mungkin dapat berupa:
- Sakit kepala
- Kantuk, kelemahan tubuh, dan kelelahan
- Mual muntah
- Kesulitan bernapas
- Diare
- Mata dan kulit terbakar
- Frostbite (kerusakan kulit akibat suhu sangat dingin)
- Keguguran dan efek pada reproduksi