Istilah "sleepover date" viral beberapa waktu ke belakang Ternyata ada beberapa istilah dengan arti yang sama sudah beredar sebelumnya. Sperti "staycation" atau "Friend With Benefits (FWB)." Semua istilah ini menjurus pada gaya berpacaran yang bebas dengan "tidur" bersama pasangan yang belum memiliki ikatan pernikahan.
Semua istilah itu sekarang mulai memunculkan pertentangan di kalangann warganet. Banyak yang berpendapat bahwa semua istilah itu seperti membuka peluang untuk mewajarkan seks bebas di kalangan anak muda.

Tak hanya itu, para ahli juga berpendapat bahwa "sleepover date," "staycation," atau "FWB" dapat memicu masalah kejiwaan pada seseorang. Dikutip dari Healthline, Minggu (18/9/2022), ada sebuah depresi yang muncul setelah berhubungan seks. Ini dikenal sebagai postcoital dysphoria (PCD). Depresi ini mengacu pada perasaan kesedihan hingga kecemasan, agitasi, kemarahan. "Pada dasarnya setiap perasaan buruk setelah berhubungan seks yang biasanya tidak diharapkan," jelas Gail Saltz, MD, profesor psikiatri di NY Presbyterian Hospital Weill, dikutip dari Healtline.
Perasaan ini bahkan membuat seseorang akan menangis kencang selam 5 menit hingga 2 jam. Ada beberapa penyebab terjadi PCS atau depresi setelah berhubungan seks.
Salah satu adalah karena perasaan tentang hubungan yang dijalani. Jika itu one-night stand atau hubungan santai, seseorang mungkin akan merasa sedih jika tidak benar-benar mengenal pasangan Anda. Mungkin Anda merasa kesepian atau menyesali pertemuan dan perbuatan itu.
Sama seperti "sleepover," dilakukan pada orang yang belum jelas ikatan resmi. Bisa saja orang tersebut pergi karena sudah mengambil keuntungan dari pasangan. Pihak yang lebih dirugikan biasanya adalah perempuan.
Selain itu, depresi juga akan muncul ketika seseorang belum siap melakukan hubungan seks, namun karena terbawa suasana dan emosi sesaat, membuatnya melakukan hal tersebut.
"Merasa tertekan setelah berhubungan seks bisa jadi disebabkan oleh fakta bahwa Anda tidak siap secara fisik atau emosional untuk berhubungan seks," kata terapis seks Robert Thomas, dikutip dari sumber yang sama.
Hal ini akan membawa rasa bersalah yang berlarut-larut. Selain itu, akan membuat seseorang trauma untuk berhubungan seks. Bahkan yang lebih parah, ia akan membenci dirinya sendiri karena dianggap buruk dan kotor.
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.