BEBERAPA kota di dunia dirancang berada di bawah tanah yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat persembunyian hingga bunker untuk perlindungan perang.
Setiap tempat ini memiliki keistimewaan sendiri yang dirancang dengan berbagai fasilitas untuk menghadapi situasi darurat.
Mengutip dari beberapa sumber, berikut adalah beberapa kota misterius yang terletak di bawah tanah.
BACA JUGA:10 Destinasi Wisata Populer di Indonesia yang Sudah Mendunia, Wakatobi hingga Rinjani
Derinkuyu
Terletak di Cappadocia, Turki, kota bawah tanah Derinkuyu terdiri dari kompleks labirin 18 tingkat. Konon, kota ini dibangun pada abad ke-8 SM sebagai tempat perlindungan selama periode perang. Kota ini baru ditemukan kembali pada tahun 1963.
Lalu di tahun 1965, Derinkuyu baru dibuka untuk umum namun hanya 10% bagian dari kota ini yang dapat diakses oleh pengunjung. Kota Derinkuyu sama seperti layaknya kota pada umumnya.

Cappadocia
Di sana dapat ditemukan rumah, tempat ibadah, kilang anggur. Sebagai tempat hunian, kota ini diperkirakan dapat dihuni 20 ribu orang.
Naours
Kota bawah tanah Naours dibangun sekitar abad ketiga Masehi dan berada di utara Prancis. Dulunya tempat ini merupakan wilayah tambang pada masa Romawi. Namun kemudian wilayah ini diperluas untuk menjadi sebuah hunian bawah tanah karena adanya invasi abad pertengahan yang mengancam masyarakat.
Kota bawah tanah Naours terdiri dari dua mil terowongan dan lebih dari 300 kamar buatan manusia. Naours memiliki ruang yang cukup untuk menampung 3.000. Di sana juga terdapat gereja, kandang kuda, sumur, dan toko roti.
Kota ini juga dihiasi lebih dari 2.000 potongan grafiti yang ditinggalkan oleh tentara sekutu saat Pertempuran Somme. Naours sempat ditutup selama beberapa dekade dan dibuka kembali pada abad ke-19 sebagai objek wisata.
Wieliczka
Kota bawah tanah ini memiliki kamar, lorong, dan patung-patung kuno, terletak di pinggir kota Krakow, Polandia. Dibangun tahun 1200-an, saat pertama penambang menemukan garam batu di dalam bumi. Tambang ini berhenti berproduksi tahun 2007 setelah 700 tahun beroperasi.
Dixia Cheng
Pada tahun 1960-an hingga 1970-an China dibayang-bayangi oleh ancaman invasi, pemboman, dan juga serangan nuklir. Sebagai tempat perlindungan, pemerintah China kemudian membangun tempat perlindungan raksasa di bawah kota Beijing yang bernama Dixia Cheng.
Kota ini diperkirakan mampu menampung satu juta orang. Di dalam kota bawah tanah ini dapat ditemukan bangunan sekolah, rumah sakit, lumbung, ruang tidur, dan restoran yang memang dipersiapkan sebagai tempat perlindungan untuk periode lama.
Pada tahun 2000, Dixia Cheng dibuka untuk umum. Namun di tahun 2008 tempat ini ditutup karena ingin direnovasi.