KASUS Human Immunodeficiency Virus (HIV) memang tengah menjadi corncern lantaran, beberapa pekan kemarin tercatat ada peningkatan kasus HIV AIDS di daerah Bandung. Tercatat, ada 400 mahasiwa yang terpapar HIV AIDS.
Mereka yang mengalami HIV pun kerap mengalami infeksi di bagian tubuh mana pun, termasuk di mulut. Luka di mulut dapat mengganggu pengobatan orang dengan HIV karena menimbulkan rasa sakit saat menelan. Yuk ketahui jenis luka mulut yang dialami penderita HIV dan cara mengobatinya, seperti dilansir dari KlikDokter.
Herpes Oral
Salah satu jenis luka mulut yang paling banyak dialami pasien HIV adalah herpes simpleks atau herpes oral. Kondisi ini disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV) dan menyebabkan luka berwarna merah di dalam mulut.
Meski begitu, herpes oral juga bisa terjadi di luar mulut. Umumnya, herpes di luar mulut ditandai dengan lecet di sekitar bibir. Herpes dapat menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman di mulut. Pada dasarnya, siapa pun bisa terkena herpes oral.
Akan tetapi, orang dengan HIV atau yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, mungkin mengalami gejala herpes oral lebih parah dan kronis.
Dijelaskan oleh drg. Callista Argentina Wulansari herpes oral dapat diobati. Untuk mengobatinya dokter akan meresepkan obat antivirus oral untuk menghilangkan herpes di mulut.
“Sariawan herpes simplex bisa diobati dengan obat-obatan antivirus yang mengandung acyclovir. Lalu, karena dapat menular, penderita dilarang bertukar alat makan dengan orang lain,” ucap drg. Callista.
Drg. Callista Argentina menambahkan, gejala sariawan atau luka mulut berat bisa diobati dengan obat mengandung kortikosteroid. Namun, obat tersebut perlu mendapatkan resep dari dokter.
Human Papillomavirus (HPV)
Sebuah penelitian di Italia dari jurnal Oncology Letters menemukan 48 persen wanita dengan HIV juga mengidap infeksi human papillomavirus (HPV). Hal ini berlaku ketika dibandingkan dengan 28 persen wanita yang tidak mengidap HIV.
HPV dapat memicu munculnya kutil atau benjolan putih kecil di sekitar mulut dan bibir. Seseorang dapat tertular HPV di mulut saat melakukan seks oral. Penularan dapat terjadi saat virus memasuki aliran darah lewat luka di mulut.
Dilansir dari Medical News Today, belum ditemukan obat yang dapat mengatasi infeksi HPV. Pengobatan seperti pemberian salep dan krim tidak dapat menghilangkan kutil akibat HPV. Oleh karena itu, dokter mungkin dapat mengangkat kutil di mulut melalui operasi atau pembedahan.