Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Penyakit Spinal Muscular Atrophy yang Viral di Media Sosial

Vivin Lizetha , Jurnalis-Rabu, 07 September 2022 |13:01 WIB
Mengenal Penyakit Spinal Muscular Atrophy yang Viral di Media Sosial
Spinal Muscular Atrophy (foto: healthline)
A
A
A

SEBUAH video viral baru-baru memperlihat seorang pengguna Tiktok yang menyebutkan dirinya terkena Spinal Muscular Atrophy (SMA). Sambil menangis ia bercerita bagaimana penyakit ini membuat hidupnya berubah.

Apa itu penyakit Spinal Muscular Atrophy (SMA)?

Dikutip dari Healthline, Rabu (7/9/2022), SMA adalah penyakit yang mengganggu kemampuan seseorang untuk mengontrol gerakan otot mereka. Semua disebabkan karena kekurangan protein Survival of Motor Neuron (SMN). Neuron motorik adalah sel saraf di sumsum tulang belakang yang bertanggung jawab untuk mengirim sinyak ke otot.

 spinal muscular atrophy

Ada 4 macam variasi dari perkembangan penyakit Spinal Muscular Atrophy (SMA), dikutip dari Healthline, Rabu (7/9/2022).

  

Tipe 1

Spinal Muscular Atrophy (SMA) sering dikenal sebagai penyakit Werdnig-Hoffman. Biasanya penderita sudah mulai bergejala sejak bayi 6 bulan pertama. Gejalanya antara lain lemah lengan dan kaki terkulai, tangisan lemah, susah bergerak, menelan dan bernapas, tidak bisa mengangkat kepala dan duduk. Biasanya penderita hanya bertahan selama 2 tahun. Meski begitu, saat ini sudah ada teknologi terbaru untuk membuat penderita SMA tipe bertahan selama beberapa tahun.

Tipe 2

Gejala SMA pada tipe ini terlihat saat bayi berusia 7 bulan dan 18 bulan. Gejala biasanya tidak separah tipe 1. Seperti tidak mampu berdiri, lengan dan kaki lemah, gemetar pada jari dan tangan, skoliosis, otot pernapasan lemah, kesulitan batuk. Biasanya penderita SMA tipe 2 dapat bertahan hidup hingga dewasa. Namun harus mengenakan kursi roda untuk bergerak dan menggunakan alat bantu nafas pada malam hari.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement